JAKARTA, monitorjabarnews.com
Seorang pemuda didalam Video Viral, mengkritisi kebijakan mendadak Menteri Bahlil Lahadalia yang tanpa melakukan prakondisi lebih dulu hingga memancing perhatian publik.
“Orang yang bertanggung jawab ya.. menteri yang bertanggung jawab dengan langkanya gas elpiji di Banten sekarang, distribusinya, adalah bapak ini (sambil menunjuk ke foto Bahlil dibelakang-red). Dulu di 2021 dia menjabat sebagai menteri Investasi, makanya PIK 2 segala macam itu bisa terjadi. Kemudian, di 2024 Agustus sampai sekarang beliau menjadi menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) yang mengatur distribusi daripada elpiji. Pikir, ada hubungannya gak?” ungkap sang pemuda cerdas itu.
Lanjut sang pemuda memaparkan, antara kejadian PIK 2 Pagar Laut di Banten dengan kelangkaan gas elpiji yang dimulai di Banten. Menurut dia, tentu ada korelasinya.
“Saya gak ngejust, tapi kalian pikir sendiri ya. Menteri titipan pak Jokowi ini, sangat tau apa yang harus dia lakukan. Agar masyarakat terdistraksi (teralihkan perhatiannya-red) dari peristiwa pagar laut, korupsi PIK 2, korupsi PSN, dengan mempersulit masyarakat Banten mendapatkan gas elpiji. Mudah-mudahan pak Prabowo tegas, mudah-mudahan pak Prabowo membantu masyarakat Banten. Inilah bahaya, inilah fungsi menteri titipan Jokowi. Inilah fungsinya, untuk menutup scandal-scandal yang terjadi di era pak Jokowi. Bangkit pak Prabowo, jangan mau di setir sama menteri-menteri pak Jokowi!” tandasnya lantang.
Terlepas dari pernyataan sang pemuda Banten cerdas tersebut, yang jelas kebijakan Bahlil yang mendadak bahlul tersebut, tentu sangat berdampak menambah repot dan menyusahkan rakyat.
Pasalnya, Rakyat harus antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg. Bahkan, sampai ada yang meninggal dunia karena kelelahan mengantri untuk memperoleh setabung gas elpiji.
Sementara, kebijakan yang diterapkan sang menteri Bahlul yang sontoloyo itu tanpa melakukan pra-kondisi terlebih dahulu. Sebagaimana dilansir banyak media, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia beralasan karena ada pengusaha yang nakal. Padahal, jika memang ada yang nakal seharusnya yang ditertibkan itu pedagang nakal. Bukan malah, mengorbankan masyarakat dan menyusahkan rakyat kecil. Jadi, apa yang disampaikan oleh sang pemuda cerdas tersebut bukanlah tanpa alasan.
Untuk itu, sepertinya Presiden Prabowo Subianto harus mampu mewaspadai langkah-langkah manuver para pembantunya yang notabene merupakan titipan tersebut. Rakyat wajib mengawal dan menjaga, agar Presiden harapan Rakyat Indonesia tersebut tidak terganjal ditengah perjuangan mulianya untuk kepentingan Rakyat. Salam Asta Cita !.(red)