Pihak Keluarga Pasien Berencana Akan Laporkan RS UMMI Lakukan Fitnah Jahat
BOGOR, monitorjabarnews.com
Kasus kelalaian SDM di pelayanan UGD RS UMMI yang kemudian berkembang menjadi laporan penganiayaan oleh pihak Rumah Sakit ke Polsek Bogor Selatan memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tersebut, awak media mencoba melakukan investigasi dengan mendatangi Rumah Sakit tersebut untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi ke pihak terkait, termasuk RS UMMI dan Polsek Bogor Selatan.
Ketika awak media mencoba untuk mengkonfirmasi, pihak RS UMMI terkesan menghindar dengan dalih kalau pihak legalnya Ilham Maulana sedang ada di Polsek. Begitupun saat awak media meminta untuk bertemu Dirut RS, dikatakan sedang ada pertemuan dan tidak bisa melayani awak media.
“Paling kalau mau ini, mau tujuannya konfirmasi masalah pemberitaan, bisa ke mas Ilham. Tapi beliau saat ini, sedang ada di Polsek,” ujar Agung sang Pamdal RS yang sempat mengaku pernah bekerja di Radar Depok itu.
Untuk membuktikan benar tidaknya keterangan sang Pamdal sempat mengaku pernah jadi Wartawan Radar Bogor itu, awak media pun meluncur ke Polsek Bogor Selatan. Sesampainya di Polsek, sang legal yang katanya sedang ada di Polsek ternyata tidak ada alias sang Pamdal diduga berbohong dalam keterangannya.
Sehingga akhirnya, awak media pun mencoba untuk mengkonfirmasi pihak Polsek dan dari mulut penyidik keterangan pun mengalir lancar.
“LP mah sudah jadi sementara visum katanya keluar hari ini. Kejadian sebenarnya sudah lama. Pada awal kejadian dia datang ke sini, saya cek TKP, ngobrol ngobrol, bahkan besoknya saya juga ketemu sama FB ngobrol-ngobrol juga, malahan siap untuk di konfrontir,” ujar penyidik.
Namun saat ditanyakan soal visum, penyidik menyatakan kalau hasil visum baru akan diambil hari ini. Bahkan penyidik sempat pula menyatakan adanya permintaan secara lisan dari keluarga Fahmi untuk mediasi secara kekeluargaan.
“Ah ini kan visum, ini kan makanya kita lagi eh baru diambil hari ini. Makanya kan tadi saya sudah sampaikan juga bahwa ada.. apa.. permintaan secara lisan dari keluarga Fahmi.. dari Fahmi ini minta adanya mediasi kekeluargaan. Terkait masalah diterimanya sama pihak rumah sakit kami belum bisa memastikan. Silahkan aja, adanya mediasi tapi kami sementara tetap sesuai prosedur aja dulu,” beber penyidik yang terkesan kikuk dicecar pertanyaan awak media itu.
Berdasarkan hasil investigasi dan konfirmasi dengan pihak-pihak terkait tersebut, awak media pun kembali mencoba mencari kebenarannya. Terutama, terkait permintaan mediasi secara lisan dari pihak keluarga Fahmi yang ditegaskan oleh pihak Fahmi justeru pihak Polsek yang menyarankan hal mediasi tersebut.
“Tidak ada pihak kami minta mediasi, justeru dia yang menyarankan.. om bagaimana kalau misalnya ada mediasi.. ya saya bilang ya udah silahkan bagaimana bagusnya aja. Jadi bukan ana yang minta tapi dia yang mengusulkan. Saat itu saya lagi ngasih keterangan saksi kakak saya. Jadi tidak ada kami yang minta mediasi!” pungkas Fahmi. (FC-Goest)

