Jakarta-Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan temuan mengejutkan terkait kualitas kepemimpinan di jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Berdasarkan hasil asesmen internal, sebanyak 67 persen dari total 4.430 Kapolsek di Indonesia dinilai underperform atau tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR pada Selasa, 18 November 2025.
50 Persen Kapolsek Lulusan PAG
Menurut Dedi, sekitar 50 persen Kapolsek merupakan lulusan Perwira Alih Golongan (PAG). Temuan ini disebut turut mempengaruhi kapasitas kepemimpinan di level Polsek sebagai garda terdepan pelayanan kepolisian.
36 Kapolres dan 15 Direktur Reserse Dinyatakan Tidak Layak
Tidak hanya di tingkat Polsek, Dedi juga menyebutkan ada persoalan kompetensi pada jabatan yang lebih tinggi.
●Dari 440 Kapolres, sebanyak 36 orang dinilai tidak layak memimpin wilayah kabupaten/kota.
●Dari 47 Direktur Reserse di berbagai Polda, 15 orang dinyatakan tidak layak menduduki jabatan strategis tersebut.
Temuan ini menunjukkan perlunya pembenahan serius dalam pola promosi jabatan dan manajemen karier di tubuh Polri.
Pengawasan Internal Masih Lemah
Dedi juga mengakui bahwa pengawasan internal di Polri masih lemah, sehingga berdampak pada munculnya berbagai tindakan arogansi yang dilakukan oknum anggota di lapangan.
“Masih lemahnya pengawasan internal memicu timbulnya berbagai macam arogansi yang ditunjukkan oknum anggota Kepolisian di tengah masyarakat,” ujar Dedi dalam RDP tersebut.
Pemaparan Wakapolri itu memicu perhatian publik dan DPR, mengingat kualitas kepemimpinan di Polri berkaitan langsung dengan pelayanan keamanan serta tingkat kepercayaan masyarakat.(AA)

