Selasa, Januari 13, 2026
BerandaDaerah Khusus JakartaDokter Tifa: Tubuh dan Kesehatan Jokowi Jadi Vonis Terakhir, Bukan Pengadilan

Dokter Tifa: Tubuh dan Kesehatan Jokowi Jadi Vonis Terakhir, Bukan Pengadilan

Jakarta, – Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa mengatakan pada akhirnya tubuh dan kesehatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) sendirilah yang menjadi penentu hukuman, bukan lagi pengadilan.

Hal itu diungkapkan Dokter Tifa menyikapi polemik ijazah Jokowi yang sampai hari ini tak kunjung selesai.

Jokowi, menurutnya, selalu menutupi kebohongan dengan kebohongan lain.

Alhasil, tubuhnya menjadi rapuh dan jauh dari kata sehat.

Dokter Tifa menilai hukum bisa saja dimanipulasi, namun tubuh selalu jujur dengan apa yang sedang dihadapi.

Menurutnya, Jokowi menghadapi tekanan dahsyat dalam perkara dugaan ijazah palsu ini, terutama dalam hal psikologis.

Jokowi, kata dokter Tifa, harus rela membayar beban kebohongan dengan beban biologis dan psikologis.

Menurutnya, setiap kebohongan memunculkan beban emosi yang menghantam sistem imun, sebuah biaya yang tidak pernah tercatat dalam neraca keuangan maupun laporan kekuasaan.

“Biaya ini tidak tercatat di neraca keuangan, tidak tampak di laporan kekuasaan, tetapi perlahan menggerogoti pikiran, tubuh, dan sistem imun. Ia bekerja senyap, konsisten, dan kejam,” kata dokter Tifa dalam unggahan Twitternya (X), Minggu (21/12/2025).

Ia menjelaskan, kejujuran sejatinya merupakan “berkat biologis dan psikologis”.

Saat seseorang jujur, pikiran berada dalam satu jalur yang koheren.

Tidak ada kecemasan, sehingga otak relatif tenang dan sistem imun dapat bekerja tanpa gangguan stres kronis.

Sebaliknya, kebohongan menuntut kebohongan lanjutan.

Otak lalu dipaksa hidup dalam konflik internal antara fakta dan citra.

Dalam perspektif ilmu saraf dan psiko-neuro-imunologi, kondisi tersebut memicu stres kronis: kadar kortisol meningkat, peradangan bertambah, dan sistem imun perlahan melemah.

Tubuh membaca kebohongan sebagai ancaman yang tidak pernah selesai.

Di titik inilah, menurut Dokter Tifa, kebohongan menjadi jauh lebih mahal daripada kejujuran-mahal secara mental, emosional, dan biologis.

Kebohongan, lanjut dokter Tifa, mungkin mempertahankan kekuasaan sementara, tetapi menghancurkan ketenangan jiwa dan daya tahan tubuh.

Dirinya pun menilai, pada akhirnya, hukuman paling ujung yaitu kesehatan Jokowi sendiri.

“Pada akhirnya, bukan pengadilan yang paling keras, melainkan tubuh sendiri yang akan memutuskan vonisnya,” tulis dokter Tifa.(Her)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments