Selasa, Januari 13, 2026
BerandaDaerahRAMAI DIBICARAKAN! WAKIL BUPATI CIANJUR MASIH JADI MC TV NASIONAL, GUBERNUR JAWA...

RAMAI DIBICARAKAN! WAKIL BUPATI CIANJUR MASIH JADI MC TV NASIONAL, GUBERNUR JAWA BARAT ANGKAT BICARA

Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe yang lebih dikenal publik dengan nama Abi Ramzi, hingga kini belum sepenuhnya meninggalkan dunia hiburan. Meski telah menjabat sebagai pejabat daerah, Abi Ramzi masih tercatat tampil sebagai master of ceremony (MC) dalam program D’Academy yang tayang di stasiun televisi Indosiar.

Aktivitas tersebut menuai perhatian publik, mengingat statusnya sebagai wakil kepala daerah yang mengemban tanggung jawab pemerintahan. Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keterlibatan Wakil Bupati Cianjur dalam kegiatan di luar pemerintahan pada prinsipnya tidak menjadi persoalan, selama tidak mengganggu tugas pokoknya dan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

“Selama itu tidak mengganggu pekerjaannya sebagai wakil bupati, tidak masalah, dan selama tidak bertentangan dengan undang-undang,” ujar Dedi Mulyadi saat ditemui di Bandung, Jumat malam (19/12/2025).

Meski demikian, Dedi mengakui bahwa persoalan pejabat publik yang masih aktif di dunia hiburan kerap memunculkan perdebatan di ruang publik, terutama dari sisi etika dan moral. Menurutnya, penilaian etik tidak bisa disamaratakan karena bersifat subjektif dan sangat bergantung pada norma yang dianut masing-masing individu.

“Secara etik kembali kepada wakil bupatinya, karena etik itu ukurannya susah. Tapi kan kita semuanya menggunakan norma, dan setiap orang silakan berkaca pada dirinya,” kata Dedi.

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi juga memberikan penekanan agar pejabat daerah tetap menjadikan amanah jabatan sebagai prioritas utama. Ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan roda pemerintahan, terutama ketika pejabat tersebut memiliki aktivitas lain di luar tugas publiknya.

“Anjuran saya, konsisten pada pekerjaannya sebagai wakil kepala daerah. Yang paling penting, jangan sampai mengganggu pekerjaan yang dilakukan,” ucapnya.

Polemik ini kembali membuka diskusi publik mengenai batas antara profesionalisme pejabat negara dan aktivitas pribadi, khususnya ketika pejabat tersebut berasal dari latar belakang dunia hiburan yang lekat dengan sorotan publik.(sur)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments