Ketegangan militer di Asia Timur memanas pada 27 Desember 2025 ketika Pasukan Bela Diri Udara Jepang (Japan Air Self-Defense Force/JASDF) melakukan scramble besar-besaran di wilayah barat daya Jepang. Sebanyak 16 jet tempur F-2 dikerahkan secara serentak dari pangkalan udara di Okinawa dengan konfigurasi tempur penuh, masing-masing membawa empat rudal jelajah anti-kapal ASM-2. Total, 64 rudal anti-kapal ikut mengudara dalam operasi yang selesai hanya dalam hitungan menit sejak alarm peringatan dini dibunyikan.
Menurut informasi operasional, seluruh jet berhasil lepas landas kurang dari 12 menit. Kecepatan respons ini menandai tingkat kesiapsiagaan tinggi JASDF dan mengirimkan sinyal deteren yang jelas, bukan sekadar misi identifikasi rutin. Sasaran pesan tersebut adalah kehadiran gugus tempur Angkatan Laut Cina (PLA Navy/PLA-N) yang terdeteksi beroperasi di sekitar Selat Miyako, jalur laut strategis yang menjadi pintu keluar utama armada Cina menuju Samudra Pasifik.
Gugus tempur PLA-N dilaporkan dipimpin oleh destroyer Type 055 kelas Renhai, didampingi dua destroyer Type 052D serta satu fregat Type 054A. Pergerakan armada ini sempat memicu kewaspadaan tinggi Tokyo karena Selat Miyako memiliki arti strategis bagi keseimbangan kekuatan di kawasan. Kehadiran formasi udara Jepang dalam jumlah besar, dengan muatan persenjataan anti-kapal yang signifikan, membuat armada Cina tetap berada di jalur internasional dan membatalkan rencana latihan manuver di area tersebut.
Insiden ini memperlihatkan babak baru rivalitas militer Jepang dan Cina di Asia Timur. Bagi Tokyo, operasi cepat JASDF menegaskan komitmen mempertahankan stabilitas dan kebebasan navigasi di perairan sekitarnya. Sementara bagi Beijing, kehadiran jet-jet bersenjata lengkap itu menjadi pengingat bahwa setiap manuver di jalur strategis seperti Selat Miyako akan diawasi ketat dan ditanggapi dengan kekuatan nyata. Situasi ini menunjukkan bagaimana satu alarm dini saja kini dapat berubah menjadi demonstrasi kekuatan yang berpotensi memengaruhi kalkulasi strategis kawasan.

