Dalam wawancara dengan The New York Times, Presiden AS itu menegaskan bahwa batas terbesarnya dalam menggunakan kekuasaan hanyalah moralitas pribadinya, bukan hukum internasional
Trump menyebut aturan global hanya berlaku jika sesuai dengan definisinya sendiri
Pernyataan ini langsung menuai reaksi keras dari komunitas internasional karena dianggap melemahkan tatanan hukum dunia
Tak berhenti di situ, Trump juga menegaskan ambisinya atas Greenland, dengan alasan kepemilikan penuh lebih efektif dibanding perjanjian militer
Sikap ini memicu ketegangan dengan negara sekutu, khususnya Denmark
Trump turut membela operasi militer AS di Venezuela serta memperingatkan China agar tidak bertindak terhadap Taiwan
Langkah-langkah ini dinilai berpotensi mengguncang stabilitas geopolitik dan ekonomi global
Jika hukum internasional tak lagi jadi rujukan, dunia mungkin menghadapi era baru penuh ketidakpastian ?.(Akhmd)

