Oleh: AIDIL AFDAL
Ketua Umum LMHKN & Pemred Media Monitor Jabar
Sebagai Ketua Umum LMHKN dan Pemred Media Monitor Jabar, saya Aidil Afdal sering menyaksikan berbagai cerita kehidupan masyarakat yang penuh lika-liku. Salah satu sosok yang menarik perhatian dan patut menjadi teladan adalah H.Nur Kholis atau yang lebih dikenal sebagai Bang Haji Bogor Raya. Beliau adalah aktivis, Ketua Kantor Hukum ABRI, serta pemilik gerai kayu bernama Berkah Jepara Ukir yang menjadi sumber utama kehidupan bagi keluarganya.
Di pinggiran Jalan Sukahati berdiri gerai kayu tersebut. Bagi H.Nur Kholis, tempat ini bukan sekadar lokasi berdagang, melainkan bukti kerja keras yang dia bangun dengan tangan sendiri. Selain sebagai penghasilan utama, gerai tersebut juga menjadi rumah bagi koleksi mobil jadul yang dia rawat dengan penuh kasih sayang. Di antaranya adalah Jeep America tahun 1960, tiga unit Fiat Kupu-Kupu tahun 1955, 1958, dan 1960, serta Land Rover keluaran Inggris. Kedua aktivitasnya sebagai tukang kayu ahli ukiran dan penggemar mobil jadul telah membawanya pada pemahaman mendalam tentang makna kehidupan dan cara menyikapi segala hal yang terjadi sehari-hari.
Setiap pagi, jauh sebelum gerai dibuka, saya melihat bagaimana H.Nur Kholis menyempatkan diri menyaksikan matahari muncul dari balik bukit. Bagi beliau, matahari adalah teladan luar biasa. Meskipun terkadang awan menyembunyikannya atau mendung membuatnya samar, ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya dan kehangatan. Begitu pula dengan sungai yang mengalir tenang tak jauh dari gerainya. Sungai itu tidak pernah berhenti walau harus melewati batu atau menyusut saat kemarau. Dari sungai tersebut kita bisa belajar bahwa kehidupan harus terus berjalan, tidak peduli seberapa kecil atau sulit kondisi yang dihadapi.
Perjalanan hidup H.Nur Kholis tidak selalu sesuai harapan. Kadang kayu yang dibelinya dengan harga tidak murah ternyata memiliki cacat tersembunyi. Kadang hujan deras membuat kayu menjadi lembap dan tidak bisa diolah. Ada juga hari dimana tidak ada pelanggan datang, sementara pesanan mebel menumpuk. Namun dari semua kesulitan itu, beliau belajar melihat setiap tantangan bukan sebagai masalah, melainkan sebagai anugerah yang membawa pelajaran berharga. Cacat pada kayu diolah menjadi desain unik yang memiliki karakter tersendiri. Hujan menjadi kesempatan berkumpul dengan keluarga dan menikmati teh hangat sambil berbagi cerita. Hari-hari sepi digunakan untuk merapikan alat kerja, membuat desain baru, atau mengembangkan model ukiran yang tetap mempertahankan nilai budaya Jepara namun disesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Realita hidup memang tidak selalu sesuai dengan gambar yang kita bayangkan, namun dalam setiap kejadian pasti ada makna dan pelajaran yang bisa diambil. H.Nur Kholis menyadari bahwa setiap kayu yang dia kerjakan memiliki karakter sendiri yang perlu diterima dan dihargai. Tidak bisa dipaksakan menjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan sifat alaminya. Begitu pula dengan mobil-mobil jadul yang dia rawat. Setiap mobil membawa riwayat dan cerita yang membuatnya lebih berharga dibandingkan mobil baru. Sebagai aktivis dan advokat yang sering membantu masyarakat, beliau juga memahami bahwa setiap kasus yang ditangani adalah peluang memberikan manfaat bagi orang lain, meskipun proses penyelesaiannya terkadang memakan waktu lama dan melelahkan.
Dalam kondisi saat ini yang sering menghadapi cuaca ekstrem dengan hujan setiap hari, saya ingin mengajak rekan-rekan sejawat dan seluruh masyarakat untuk tetap sabar menghadapi segala tantangan. Kebutuhan hidup terus berjalan dan kita dituntut tetap produktif agar keperluan terpenuhi. Maka dari itu, marilah kita belajar dari kehidupan H.Nur Kholis dengan cara menikmati apa yang ada saat ini. Hujan bukanlah hal yang harus disangkal atau disesali. Kita bisa melihatnya sebagai waktu untuk beristirahat, mengumpulkan keluarga, atau fokus pada pekerjaan dalam ruangan. Kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk merencanakan hal baru, memperbaiki keterampilan, atau sekadar menikmati kedamaian yang dibawa suara hujan.
Mensyukuri kehidupan bukanlah sekadar kata-kata kosong yang kita ucapkan saat makan atau sebelum tidur. Ini adalah sikap hidup yang harus diterapkan dalam setiap detik dan segala kondisi. Nikmati proses kerja yang melelahkan, karena itu adalah bukti bahwa kita sedang berusaha sungguh-sungguh menghasilkan sesuatu yang berguna. Hargai rasa sakit dan capek yang dirasakan, karena itu adalah bagian dari usaha kita dan pengingat bahwa tubuh kita adalah anugerah yang perlu dijaga. Juga jangan lupa menghargai setiap momen berharga bersama orang-orang terdekat, karena mereka adalah bagian dari nikmat yang sering kita lupakan dalam kesibukan sehari-hari.
Jangan pernah berlari dari kenyataan yang ada di hadapan kita. Terima setiap keadaan dengan hati lapang, seperti sungai yang mengalir tanpa mengeluh tentang rintangan atau matahari yang terus bersinar meskipun terhalang awan. Ketika kita mampu menerima realita dengan tulus dan menyadari bahwa setiap kejadian adalah bagian dari rencana Sang Pencipta, hati kita akan menemukan kedamaian sejati yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Tumbuhkan sikap rasa terima kasih yang tulus kepada Sang Pencipta atas segala nikmat yang telah diberikan. Kunci menjalani hidup yang damai dan penuh makna terletak pada kemampuan kita bersyukur atas segala sesuatu. Baik yang kita anggap baik maupun kesulitan. Jadikan setiap tantangan sebagai pelajaran hidup yang memperkaya wawasan, setiap kesulitan sebagai batu loncatan menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijak, serta setiap nikmat sebagai alasan untuk terus berbagi kebaikan dengan orang lain di sekitar kita.
Semoga renungan ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Hidup yang baik dan bermakna adalah hidup yang mampu memberikan manfaat bagi sesama, mau mengolah diri dan lingkungan sekitar menjadi lebih baik, serta selalu menjaga sikap bersyukur atas setiap anugerah yang ada dalam hidup kita.

