Senin, Februari 23, 2026
BerandaOpini" BUPATI ANTAGONIS MERUBAH BOGOR MENJADI FANTASTIS "

” BUPATI ANTAGONIS MERUBAH BOGOR MENJADI FANTASTIS “

□□□》Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan: Dari Transformasi Infrastruktur hingga Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Oleh: H. Nur Kholis
Aktivis dan Advokat
Ketua Kantor Hukum Abri
Cp.0818.966 234

Di tengah penghematan anggaran yang diamanatkan Pemerintah Pusat serta dinamika penyusunan dan revisi anggaran daerah, Kabupaten Bogor terus menunjukkan perkembangan yang signifikan di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto. Semangat pembangunan yang sejalan dengan semangat kemajuan bangsa menjadi pendorong utama perubahan, yang dirasakan secara luas oleh masyarakat. Berdasarkan survei Lembaga Visi Nusan pada Februari 2026, indeks kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Rudy Susmanto mencapai 83,29 persen, dengan sektor infrastruktur menjadi yang paling menonjol dengan skor 92,19 persen. Meskipun ada beragam pandangan tentang kepemimpinannya, capaian yang terwujud menunjukkan komitmen untuk mengubah wajah Kabupaten Bogor menjadi lebih maju, sejahtera, dan berkarakter.

CAPAIAN FISIK YANG MENGUBAH WAJAH BOGOR

Selama satu tahun kepemimpinannya, Pemkab Bogor berhasil membangun dan memperbaiki 516,83 kilometer jalan, yang tersebar merata di wilayah Bogor Barat, Timur, Selatan, dan Utara, termasuk akses ke daerah pertanian, permukiman, dan kawasan terpencil. Contohnya, pembangunan jalan sepanjang 18 kilometer di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yang menjadi kunci kemajuan ekonomi dan akses layanan masyarakat di daerah tersebut. Selain itu, telah direalisasikan 499 meter jembatan, 20 kilometer drainase, dan perbaikan fasilitas air bersih untuk 2.631 rumah di 59 desa melalui program “Satu Miliar Satu Desa” yang responsif terhadap aspirasi masyarakat. Bupati Rudy menekankan bahwa infrastruktur yang baik bertujuan untuk mengurangi biaya logistik dan mendorong pusat-pusat ekonomi baru di Kabupaten Bogor.

Proyek Strategis yang Akan Terealisasi

– Jalan Tawasul: Rencana pembangunan jalur alternatif menuju Puncak di wilayah selatan akan dimulai tahun 2026. Ruas ini akan menghubungkan Telaga Warna hingga Sentul, serta terintegrasi dengan penataan akses Pasir Muncang–Gadog–Rainbow Hills dan perbaikan Jembatan Gadog, yang diharapkan mengurai kepadatan lalu lintas dan membuka potensi ekonomi baru.
– Ruang Publik dan Kesenian:
– Alun-Alun Kabupaten Bogor: Akan diintegrasikan dengan Masjid Agung Baitul Faizin dan direncanakan rampung pada Juni 2026. Kawasan ini juga akan dihubungkan dengan Situ Plaza melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk meningkatkan aksesibilitas.
– Creative Hub Siliwangi Teater: Pembangunan gedung kesenian dengan pagu anggaran Rp 29,4 miliar sedang dalam proses pengadaan dan ditargetkan rampung November 2026. Meskipun pembangunan tidak 100% tuntas tahun ini (sarana pendukung akan dilanjutkan tahun berikutnya), gedung ini diharapkan menjadi pusat seni dan kreativitas bagi masyarakat.

PEMBANGUNAN SPIRITUAL DAN WISATA RELIGI

Pameran Artefak Sejarah Islam

Pada bulan Puasa 2026, Pemkab Bogor menghadirkan pameran artefak yang diklaim sebagai peninggalan Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya di Kawasan Laga Tangkas Gelora Pakansari. Sebanyak 45 artefak, antara lain rambut Nabi, imamah, dan barang-barang yang dikaitkan dengan kehidupan beliau serta pedang para sahabat, dipamerkan secara cuma-cuma. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa artefak telah melalui proses verifikasi dan dilengkapi sertifikat keaslian dari otoritas berwenang. Kegiatan ini diharapkan menjadi magnet wisata religi yang menggerakkan ekonomi lokal, khususnya UMKM sekitar kawasan.

Masjid Raya Nurul Wathon

Dibangun dengan anggaran APBD 2025 sebesar Rp 111 miliar, masjid ini berdiri di atas lahan 2,6 hektare di Kawasan Gelora Pakansari. Dengan arsitektur klasik-modern dan menara setinggi 99 meter, luas area masjid mencapai 4.707 meter persegi. Masjid yang diberi nama “Cahaya Negeri” ini mulai digunakan untuk ibadah berjamaah pada Desember 2025 dan telah menjadi pusat kegiatan keumatan serta ikon baru Kabupaten Bogor.

PENDIDIKAN: PERKUAT SDM MELALUI PROGRAM INKLUSIF

Pemkab Bogor mengembangkan program “Satu Desa Satu Sarjana” yang bertujuan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat desa. Setiap desa diharapkan dapat membiayai minimal satu warganya untuk menempuh pendidikan S1, dengan target awal 416 mahasiswa dari 416 desa di Kabupaten Bogor mulai tahun 2026. Pemerintah daerah juga tengah menjajaki kerja sama dengan universitas seperti ITB Vinus dan mengembangkan sistem pembelajaran daring agar mahasiswa dari wilayah terpencil tidak terkendala jarak. Selain itu, mekanisme penyaluran beasiswa dirancang secara selektif dan transparan.

PARIWISATA DAN BUDAYA: FONDASI PERTUMBUHAN EKONOMI

Rudy Susmanto fokus pada pengembangan pariwisata berbasis budaya dan olahraga. Kabupaten Bogor berhasil meraih penghargaan sebagai Tokoh Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Budaya dan Pariwisata Daerah dalam detikcom Awards 2025. Upaya yang dilakukan antara lain:

– Menggelar festival dan kejuaraan pencak silat Cimande tingkat kabupaten untuk melestarikan tradisi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
– Merencanakan pembangunan infrastruktur pendukung di Kampung Cimande.
– Mendukung agenda sport tourism seperti event lari dan kejuaraan seni bela diri untuk mempromosikan destinasi wisata.

KESEHATAN DAN KETAHANAN PANGAN: INVESTASI GENERASI MENDATANG

Pemkab Bogor mencanangkan program “SEHAT” (Sarapan Endah Hasil Alam Tanah Sunda) untuk meningkatkan kualitas SDM melalui konsumsi pangan lokal yang sehat dan bergizi. Program ini mengedukasi masyarakat tentang pola makan seimbang, menginisiasi fitur piring berbagi dalam aplikasi Ngu Pahan untuk akses sayur, buah, dan umbi gratis, serta bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat seperti TP-PKK dan pelaku usaha lokal. Program ini bertujuan mengatasi peringkat rendah Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten Bogor yang hanya 87,12 pada 2024.

PENINGKATAN TATA KELOLA DAN INTEGRITAS

Pada tahun 2025, skor Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK Kabupaten Bogor naik menjadi 73,80 dari 71,91 tahun sebelumnya, mengantarkan daerah keluar dari zona merah (rentan) ke zona kuning (waspada). Skor ini berada di atas rata-rata nasional (72,32) dan menjadikannya salah satu kabupaten dengan nilai SPI terbaik di Jawa Barat. Peningkatan ini dihasilkan melalui upaya memperkuat pengendalian internal, transparansi, dan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, Pemkab Bogor juga melakukan transformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi secara lebih terbuka. Dalam setahun, Kabupaten Bogor meraih 340 penghargaan dari berbagai tingkatan (44 internasional, 95 nasional, 181 provinsi, dan 20 non-pemerintah), mencakup sektor pelayanan publik, inovasi daerah, hingga pengembangan SDM dan olahraga. Meskipun tantangan seperti penanganan pembayaran kontraktor masih menjadi perhatian, Pemkab Bogor terus menyelaraskan anggaran dengan kebijakan nasional dan prioritas daerah untuk memastikan efisiensi penggunaan anggaran.

Kabupaten Bogor yang dulu dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang belum merata kini semakin menunjukkan wajah baru yang lebih maju, dengan fokus pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semangat perubahan yang digelorakan oleh Bupati Rudy Susmanto menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang tegas dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat mampu mengubah tantangan menjadi peluang untuk kemajuan daerah.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments