Bandung, Tragedi tawuran pelajar di Kota Bandung kembali menyita perhatian publik. Seorang siswa dari SMAN 5 Bandung dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat bentrokan dengan pelajar dari SMAN 2 Bandung di kawasan Jalan Cihampelas pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
Menanggapi peristiwa tragis tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pengawasan siswa di luar jam sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua, bukan sekolah atau pemerintah.
Menurut Dedi, pihaknya telah menerima laporan lengkap dari Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya orang tua siswa telah menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk mengawasi anak-anak mereka, termasuk larangan menggunakan kendaraan bermotor.
“Selama jam sekolah itu tanggung jawab negara. Di luar jam sekolah sudah menjadi tanggung jawab orang tua,” tegas Dedi.
Ia menilai, pengawasan dari keluarga menjadi kunci utama agar anak tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan seperti tawuran. Orang tua diminta lebih aktif mengetahui aktivitas anak, termasuk jam keluar rumah hingga pergaulan mereka.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga harus dimulai dari rumah.(Asep)

