Kamis, Februari 26, 2026
BerandaDepokDepok Akan Punya Pabrik Sampah, Mampu Olah 1.000 Ton per Hari

Depok Akan Punya Pabrik Sampah, Mampu Olah 1.000 Ton per Hari

Depok, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menargetkan pabrik pengolahan sampah berkapasitas 1.000 ton per hari mulai beroperasi tahun depan. Lokasinya berada di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Kota Depok.
Proyek strategis ini digadang-gadang menjadi solusi untuk menekan beban TPA Cipayung sekaligus mengurangi ketergantungan pada Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan saat ini proses kerja sama dengan calon mitra terus berjalan.
“Untuk PT BSA, MoU sudah. Saat ini kita sedang memproses drafting Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ujarnya, Rabu (25/02/26).

Ia menjelaskan, penyusunan PKS dilakukan secara paralel dengan sejumlah tahapan administrasi dan konsultasi lintas kementerian.
“Kami berkoordinasi terkait substansi KSDPKC (Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga) dengan Kementerian Dalam Negeri. Sudah ada tim yang ke sana,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait penggunaan alat yang akan dioperasikan.

“Kami juga harus mendapatkan penguatan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait alat yang digunakan, apalagi ini berkaitan dengan ekspor,” tambahnya.

Tak hanya itu, DLHK juga tengah menyiapkan surat untuk DPRD serta melibatkan akademisi dalam menghitung skema pembiayaan.

“Kami sedang meminta bantuan dari UI untuk menghitung kembali tipping fee yang ditawarkan calon mitra. Angka yang ditawarkan itu layak tidak? Kebesaran, kekecilan, atau sudah cukup?” katanya.

Reni menegaskan, pihaknya telah menyusun target waktu penyelesaian kerja sama.
“Target kami PKS selesai bulan ini, akhir Februari. Setelah itu, groundbreaking dilakukan setelah Lebaran,” ungkapnya.

Ia memperkirakan peletakan batu pertama dapat dilakukan pada awal Mei, dengan masa pembangunan sekitar enam bulan.

“Bangunannya seperti hanggar, jadi relatif cepat. Kalau mulai Mei, enam bulan berarti Oktober selesai,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, operasional penuh ditargetkan dapat dimulai tahun depan, sementara tahun ini akan dilakukan uji coba. “Tahun depan operasional maksimal. Tahun ini kita uji coba dulu,” tegasnya.

Meski dikejar target, DLHK Depok memastikan proses tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Kami menggunakan aspek kehati-hatian yang lebih komprehensif. Tidak semata-mata karena digesa, lalu ada aspek yang tertinggal,” tutupnya.(Paris)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments