Depok, Cahyo P. Budiman adalah tipe aktivis yang tidak banyak bicara di ruang publik, apalagi tampil dalam hiruk-pikuk seremoni atau dialog formal yang kerap penuh basa-basi. Ia bukan sosok yang gemar mikrofon, konferensi pers, atau panggung diskusi. Justru karena itu, ketika ia turun gunung dan melihat langsung, publik patut memberi perhatian lebih.
Kehadirannya di lapangan bukan untuk berdialog, melainkan untuk memastikan dengan mata kepala sendiri apa yang sesungguhnya terjadi.
Dalam tradisi gerakan sosial, langkah seperti ini memiliki makna kuat. Aktivis senior yang memilih diam bertahun-tahun lalu tiba-tiba hadir di tengah persoalan konkret biasanya bukan karena ingin eksistensi, melainkan karena kegelisahan yang sudah menumpuk.(AA)

