BerandaDepokKetua Presidium Aktifis Jawa Barat : Camat dan Lurah Dianggap Hambat Proses...

Ketua Presidium Aktifis Jawa Barat : Camat dan Lurah Dianggap Hambat Proses Sosialisasi Pilkada Kota Depok Dengan Perintahkan Copot Baliho KPU

-

Depok, monitorjabarnews.com – Ketua Presidium Aktifis Jawa Barat Heri Prasetyo yang akrab dipanggil Hersong soroti kinerja KPU Depok terkait pilkada 27 November 2024 nanti. Dinilai kurang sosialisasi karena hingga kini banyak masyarakat yang belum mengetahui agenda politik tersebut. Hal ini disampaikan di kediamannya bilangan Cimanggis usai solat Jum’at (25/10/24).

Diungkapkan oleh Hersong,” saat ini kabarnya ada larangan Lurah dan Camat untuk memasang baliho bergambar kedua paslon produk KPU, yang isinya ajakan untuk datang ke TPS. Hal ini diduga berupaya menurunkan partisipasi pemilih dalam pilkada Kota Depok dan dianggap adanya menggembosan suara untuk memenangkan salah satu paslon.

Menanggapi hal tersebut di tempat terpisah saat dihubungi melalui Whats App mantan ketua KPU Kota Depok Kyai Haji Salamun mengatakan apa yang dilakukan Lurah dan Camat dengan melakukan penurunan spanduk dan baliho milik KPU adalah sebuah kesalahan besar karena kantor kelurahan dan kecamatan adalah kantor publik jadi sah melakukan sosialisasi di area tersebut.

Tidak adanya baliho dan spanduk sosialisasi KPU Hersong menduga adanya dugaan manipulasi dan korupsi pengadaan baliho dan spanduk makanya KPU harus menunjukkan produk miliknya.

Bahkan disinyalir menurut Hersong Lurah dan Camat berupaya menurunkan tingkat partisipasi publik dengan pelarangan pemasangan baliho dan spanduk milik KPU di area kantor kecamatan dan kantor kelurahan.

Ditambahkan Hersong dari hasil investigasi sejumlah masyarakat mengaku heran dengan pilkada kali ini, yang seakan terlihat tertutup tanpa adanya informasi yang jelas kepada masyarakat.

Kondisi yang demikian tentunya sangat riskan karena berdampak pada turunnya partisipasi masyarakat.

“Jika begini kondisinya, tidak menutup kemungkinan angka partisipasi masyarakat makin turun. “Masyarakat kekurangan informasi terkaait pemilu,” ungkap Hersong.

Jika tingkat partisipasi masyarakat terhadap pilkada maka pihak yang patut disalahkan adalah KPUD nya,” pungkasnya.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

LATEST POSTS

Lagi, Kejaksaan Agung Periksa Saksi Terkait Dugaan Korupsi Tata Niaga Timah

JAKARTA, monitorjabarnews.com - Kejaksaan Agung masih terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi, dalam tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk...

Hallo Kapolri!? Bekas Ketua KPK Sudah Tersangka Tapi Belum Juga Ditahan, Ada Apa Sebenarnya Dengan Kapolda?!

JAKARTA, monitorjabarnews.com - Bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, yang jelas-jelas sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka kembali menjadi pertanyaan Publik. Pasalnya, hingga sampai saat...

Buka Puasa Bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Pentingnya Rasa Syukur dan Integritas

JAKARTA, monitorjabarnews.com - Jaksa Agung Burhanuddin menekankan pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa, seperti kesabaran, kejujuran dan rasa syukur. "Kita harus senantiasa bersyukur karena Kejaksaan masih...

Antisipasi Gangguan, Tirta Kahuripan Siaga 24 Jam

Cibinong, Bogor, monotorjabarnews.com - Menjelang libur panjang Hari Raya Lebaran 1446 H, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor secara internal terus melakukan koordinasi antar...

Most Popular

spot_img