Senin, Februari 9, 2026
BerandaKabupaten BogorKetum NGO KBB Rizwan Riswanto S,IP : Proyek Pembangunan Pasar Hewan Jonggol,Diduga...

Ketum NGO KBB Rizwan Riswanto S,IP : Proyek Pembangunan Pasar Hewan Jonggol,Diduga Janggal dan Aneh

Bogor Kab – Proyek Pembangunan dan Lanjutan Pasar Hewan Jonggol yang merupakan kegiatan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor kini menjadi perhatian masyarakat.

Lonjakan anggaran yang dinilai tak masuk akal memunculkan dugaan adanya rekayasa proyek, pengondisian tender, hingga potensi praktik korupsi yang merugikan keuangan daerah.Ketua Umum NGO Kabupaten Bogor Bersatu ( NGO KBB) Rizwan Riswanto S,IP, menegaskan bahwa proyek tersebut sarat kejanggalan sejak tahap perencanaan.

Ia menyebut, pembangunan awal pada Tahun Anggaran 2024 hanya menghabiskan sekitar Rp8,5 miliar, namun pembangunan lanjutan di Tahun Anggaran 2025 justru melonjak drastis hingga lebih dari Rp20 miliar.

“Ini bukan sekadar lonjakan, tapi ledakan anggaran. Masyarakat wajar bertanya, apa yang sebenarnya terjadi di balik proyek Pasar Hewan Jonggol ini?” tegas Rizwan, ( Senin,9 Feb 2025 )

Menurutnya, secara prinsip konstruksi, pembangunan lanjutan seharusnya hanya menyempurnakan pekerjaan yang sudah ada.

Namun fakta di lapangan justru menunjukkan nilai proyek lanjutan hampir tiga kali lipat dari tahap awal.

“Kalau lanjutan nilainya jauh lebih besar, ada dua kemungkinan: perencanaan awal asal-asalan atau memang ada skenario yang sengaja dimainkan sejak awal,” ujar Rizwan dengan nada keras.

Kecurigaan masyarakat semakin menguat setelah diketahui bahwa pemenang tender tahap awal dan lanjutan adalah perusahaan yang sama, yakni PT Kreasindo Fillara Mulya.

Rizwan menilai kondisi ini berpotensi mengarah pada persaingan semu dan pengondisian tender.

“Kalau kontraktornya itu-itu saja, anggarannya melonjak, dan dokumen teknis tidak dibuka ke publik, ini sudah mengarah pada dugaan persekongkolan. Jangan-jangan tender hanya formalitas,” sindirnya.

Tak kalah mencurigakan, pada tahun 2024 proyek ini juga diawasi oleh konsultan pengawasan dengan anggaran ratusan juta rupiah.

Namun, keberadaan konsultan tersebut dinilai gagal mencegah terjadinya lonjakan anggaran yang ekstrem di tahap berikutnya.

“Pertanyaannya sederhana: pengawasnya kerja atau cuma tanda tangan laporan?” kata Rizwan tajam.

Atas dasar itu,Ketum NGO KBB, Rizwan Riswanto Kabupaten Bogor secara resmi mendorong KPK RI untuk turun tangan dan akan membuat laporan resminya kepada Lembaga Anti rasuha tersebut dalam waktu dekat ini,

Rizwan menegaskan,bahwa proyek Pasar Hewan Jonggol berpotensi melanggar Undang-Undang Tipikor, aturan pengadaan barang dan jasa, hingga prinsip keterbukaan informasi publik.

“Ini uang rakyat. Kalau dibiarkan, praktik seperti ini akan jadi kebiasaan. Kami mendesak KPK bongkar siapa aktor di balik proyek ini,” pungkasnya.
( NGO KBB)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments