Jumat, Januari 16, 2026
BerandaOpini"MEMBUKA RUANG ASIMETRIS: SENI PERMAINAN SEMU DALAM KELICIKAN"

“MEMBUKA RUANG ASIMETRIS: SENI PERMAINAN SEMU DALAM KELICIKAN”

Oleh: Adv. H. Nur Kholis
Aktivis & Ketua Kantor Hukum Abri
Cp. 0818 966 234

Judul ini mengungkap tabir tersembunyi dari dinamika elit.Di mana persaingan yang tampak seimbang justru menyembunyikan ruang asimetris yang dibangun melalui kelicikan. Bukan persaingan adil yang berdasarkan kekuatan atau kapasitas yang setara, melainkan permainan semu di mana sebagian pihak sengaja membangun keunggulan secara gerilya dan tersembunyi, memanfaatkan kelemahan lawan serta celah dalam sistem.
KELICIKAN, JANJI, DAN HARAPAN SEMU

Kelompok elit yang menggunakan kelicikan tidak hanya mempelajari titik lemah lawan, melainkan juga merancang strategi yang tidak terduga. Mereka sering menebar janji-janji meyakinkan sebagai alat untuk membangun harapan semu di kalangan masyarakat atau pihak terkait . Baik berupa lip service untuk mengulur waktu dengan janji palsu agar citra tetap terjaga menjelang kompetisi, maupun membangun aliansi tersembunyi dengan pihak yang dianggap netral yang baru diungkapkan pada saat krusial.
Di satu sisi, ada elit yang mengandalkan jaringan terbuka, sumber daya nyata, dan janji yang dibangun atas integritas. Di sisi lain, mereka yang licik beroperasi di balik layar. Memanipulasi aturan, memutar fakta, menggunakan hubungan rahasia, dan menyampaikan janji palsu semata-mata untuk keuntungan pribadi. Perbedaan fundamental ini tidak hanya menciptakan ruang asimetris yang membuat pihak yang lebih licik bisa mengalahkan lawan yang secara nominal lebih kuat, melainkan juga menanamkan benih harapan semu yang tak akan pernah terwujud.
DAMPAK MERUSAK: PERMAINAN SEMU SEBAGAI BOM WAKTU

Ruang asimetris yang lahir dari kelicikan tidak hanya merugikan pihak yang kalah dan merusak integritas sistem secara menyeluruh. Ketika kelicikan dianggap sebagai jalan efektif untuk meraih kemenangan, budaya kekerasan politik dan manipulasi akan semakin merajalela. Lebih dari itu, janji palsu yang membangun harapan semu akan berubah menjadi bom waktu yang menunggu saatnya meledak.

Rakyat yang seharusnya menjadi penerima manfaat justru terjebak sebagai korban. Keputusan publik tidak lagi didasarkan pada kepentingan bersama, melainkan hasil dari permainan licik. Harapan yang ditanamkan terus terkubur dalam lautan kekecewaan, dan akumulasi kemarahan dari setiap janji yang tidak ditepati akan terus menyusut perlahan hingga pada suatu saat meledak dengan kekuatan yang bisa menghancurkan tidak hanya figur elit yang licik itu sendiri, melainkan juga stabilitas yang telah terbangun.

MENATA KEMBALI KEADILAN

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan sistem pengawasan yang transparan dan objektif yang mampu mengawasi setiap dinamika persaingan. Selain itu, diperlukan kesadaran dari kalangan elit bahwa persaingan yang adil akan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pihak. Tidak kalah pentingnya, masyarakat perlu memiliki akses ke informasi yang benar dan akurat agar tidak mudah terpengaruh oleh manipulasi, serta mampu membedakan janji yang sesungguhnya dari yang hanya dibuat untuk kepentingan semata.

□□□□□》Pada akhirnya, ruang asimetris yang dibangun dengan kelicikan hanya menghasilkan kemenangan sementara yang hampa makna. Harapan semu dari janji palsu tak akan pernah terwujud, dan pada saat yang tepat akan menjadi bom waktu yang membunuh figur elit yang licik itu bersamaan dengan akumulasi kemarahan masyarakat. Kemenangan yang sejati dan berkelanjutan hanya bisa diraih melalui kerja keras yang sungguh-sungguh, integritas yang tak tergoyahkan, janji yang selalu ditepati, dan perhatian yang tulus pada kepentingan bersama.

●》Salam Hormat Dalam Kewarasan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments