Selasa, Februari 24, 2026
BerandaOpiniMENELISIK PERADABAN KERAJAAN DI JAWA TENGAH (ABAD 4-8 M) DAN PERBANDINGAN DENGAN...

MENELISIK PERADABAN KERAJAAN DI JAWA TENGAH (ABAD 4-8 M) DAN PERBANDINGAN DENGAN NEGARA ARAB PADA ABAD YANG SAMA

Oleh Mas Bro Bogor Raya
Bakul Kayu Pinggiran Jalan Sukahati

BAB I: PENDAHULUAN

Abad 4-8 M merupakan periode penting perkembangan peradaban dunia. Di Jawa Tengah, telah terbentuk kerajaan dengan ciri khas agraris dan pengaruh budaya luar. Di Arab, masyarakat suku berkembang menjadi kekaisaran besar. Makalah ini mengkaji kedua peradaban, termasuk kondisi pada saat kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebagai dasar edukasi.

BAB II: PERADABAN KERAJAAN JAWA TENGAH (ABAD 4-8 M)

A. Sejarah dan Kerajaan Utama

– Abad 4-5 M: Jejak pemukiman kompleks muncul di sekitar Sungai Progo, Elo, dan Bengawan Solo, dengan hubungan erat dengan Kerajaan Kutai.
– Abad 6-7 M: Kerajaan Kalingga berdiri sebagai pusat perdagangan di pesisir utara, menjalin hubungan dengan Tiongkok, India, dan kawasan Nusantara.
– Abad 7-8 M: Kerajaan Mataram Kuno berkembang dengan Dinasti Sanjaya (Hindu Siwa) dan Dinasti Syailendra (Buddha), yang membangun fondasi candi Borobudur.

Penting untuk ditegaskan: Sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, wilayah yang kini menjadi Jepara, Demak, dan sekitarnya sudah menjadi bagian dari kawasan yang hidup maju dan berbudaya – bukan masyarakat yang tinggal di hutan belantara. Kerajaan Kalingga yang berada di pesisir utara Jawa Tengah telah memiliki sistem kehidupan terstruktur dan hubungan perdagangan internasional.

B. Aspek Peradaban

– Agama: Dari animisme-dinamisme ke Hindu-Buddha; kuil dan candi sebagai tempat ibadah dan simbol kekuasaan.
– Pemerintahan: Monarki dengan konsep cakravartin (raja sebagai dewa di bumi), dibantu bangsawan dan pendeta.
– Ekonomi: Berbasis pertanian sawah irigasi dan perdagangan rempah-rempah, emas, tekstil, dengan pelabuhan di pesisir utara.
– Budaya dan Seni: Candi Gunung Wukir, Badut, dan Plaosan awal; aksara Pallawa dan seni pahat batu berkembang.

C. Keadaan pada Tahun 570 M (Kelahiran Nabi Muhammad SAW)

Wilayah Jawa Tengah memasuki masa perkembangan Kerajaan Kalingga:

– Masyarakat terstruktur dengan penguasa, bangsawan, petani, pedagang, dan pekerja tangan.
– Ajaran Hindu-Buddha meresap, namun tradisi lokal tetap dijunjung.
– Petani mengandalkan irigasi, masyarakat pesisir fokus perdagangan; kerajinan tangan berkembang.
– Mulai dibangun struktur batu yang menjadi cikal bakal candi.

BAB III: PERADABAN NEGARA ARAB (ABAD 4-8 M)

A. Sejarah dan Negara Utama

– Abad 4-5 M: Didominasi suku nomaden Bedouin; kerajaan Ghassan dan Himyar berdiri. Mekkah menjadi pusat perdagangan dan penyembahan berhala.
– Abad 6 M: Ajaran Islam muncul tahun 610 M; hijrah ke Madinah tahun 622 M menyatukan suku.
– Abad 7-8 M: Berdirinya Khulafaurrasyidin, kemudian Khalifahiyah Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah yang memperluas wilayah hingga benua lain.

B. Aspek Peradaban

– Agama: Dari penyembahan berhala, Kristen, Yahudi, Zoroastrian ke Islam sebagai dasar nilai kehidupan.
– Pemerintahan: Dari konfederasi suku ke sistem khalifah sebagai wakil Allah di bumi.
– Ekonomi: Berbasis perdagangan jalur Sutra dan laut; produk utama mutiara, kayu aromatik, tekstil.
– Budaya dan Seni: Bahasa Arab berkembang melalui Al-Qur’an; sastra puisi dan arsitektur masjid berkembang; terjemahan karya ilmu pengetahuan dimulai.

C. Keadaan pada Tahun 570 M (Kelahiran Nabi Muhammad SAW)

Arab berada di Zaman Jahiliyah:

– Masyarakat menyembah lebih dari 360 berhala di Ka’bah; budaya puisi berkembang namun banyak praktik tidak manusiawi.
– Hidup berdasarkan sistem suku yang sering berselisih; perempuan memiliki kedudukan rendah, pembunuhan bayi perempuan masih terjadi.
– Suku nomaden berpindah mencari padang rumput, sementara kota-kota perdagangan seperti Mekkah dan Madinah menjadi pusat aktivitas.
– Nilai-nilai keberanian dan kesetiaan suku dijunjung, namun ketidakadilan dan peperangan terus-menerus terjadi.

BAB IV: PERBANDINGAN PERADABAN

Aspek Kerajaan Jawa Tengah Negara Arab
Agama Dari animisme-dinamisme ke Hindu-Buddha Dari penyembahan berhala ke Islam
Pemerintahan Monarki ilahi (cakravartin) Dari konfederasi suku ke sistem khalifah
Ekonomi Pertanian irigasi & perdagangan rempah Perdagangan jalur darat/laut & komoditas khas
Hubungan Luar India, Tiongkok Bizantium, Persia
Sumber Daya Lahan subur, rempah, emas Jalur perdagangan strategis, mutiara, kayu aromatik
Perkembangan Kerajaan agraris dengan budaya Hindu-Buddha Kekaisaran besar penyebar agama dan ilmu pengetahuan
Pada Tahun 570 M Masa maju Kerajaan Kalingga, berbudaya terstruktur Zaman Jahiliyah, praktik kurang manusiawi, belum terpadu

BAB V: KESIMPULAN

Pada abad 4-8 M, kedua peradaban berkembang dengan ciri khas berbeda. Jawa Tengah memiliki peradaban agraris dengan pengaruh India yang membentuk identitas Nusantara. Sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, wilayah Jepara, Demak, dan sekitarnya sudah hidup maju dan berbudaya. Sementara itu, Arab pada saat itu berada di Zaman Jahiliyah dengan masyarakat yang masih terpecah, banyak praktik tidak manusiawi, namun kemudian berkembang menjadi kekaisaran besar yang menyebarkan Islam dan berkontribusi pada ilmu pengetahuan dunia.

BAB VI: REFERENSI PUSTAKA

1. Djojosusilo, Slamet. (1996). Sejarah Kuno Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
2. Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. (2005). Sejarah Nasional Indonesia Jilid 1. Jakarta: Balai Pustaka.
3. Hourani, Albert. (1991). Sejarah Peradaban Arab. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve.
4. Hitti, Philip K. (1985). Sejarah Bangsa Arab. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
5. Soekmono, R. (1982). Candi-candi Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments