Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan kekhawatiran mengenai banyaknya warga negara asing yang mondar-mandir di bandara dan pelabuhan yang berada di kawasan penghasil nikel di Indonesia. Ia menyoroti lemahnya pengawasan di titik-titik vital tersebut, yang seharusnya menjadi area dengan kontrol ketat karena berhubungan langsung dengan sumber daya alam strategis negara.
Menurut Menhan, pergerakan WNA tanpa pemeriksaan yang memadai dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari penyelundupan bahan baku hingga potensi penyalahgunaan akses oleh pihak asing yang dapat mengganggu keamanan nasional. Ia menegaskan bahwa sektor nikel memiliki peran penting dalam rantai pasok industri global, sehingga keberadaannya harus dijaga dari ancaman eksternal maupun praktek ilegal di lapangan.
Ia juga menyoroti kurangnya kehadiran aparat negara di lokasi-lokasi tersebut. Minimnya personel imigrasi, bea cukai, dan keamanan membuka celah bagi aktivitas yang tidak terpantau. Karena itu, pemerintah kini mendorong pengetatan pemeriksaan serta meningkatkan koordinasi antarlembaga untuk menutup celah pengawasan.
Satgas Terpadu disebut sedang melakukan penertiban dan evaluasi prosedur di lapangan. Menhan berharap langkah-langkah ini mampu memperkuat keamanan fasilitas transportasi strategis sekaligus memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia, khususnya nikel, tetap terlindungi dari ancaman yang dapat merugikan kepentingan nasional.
Sumber: CNBC Indonesia

