Kamis, November 5, 2026
Beranda blog Halaman 23

Rudy Susmanto Imbau Masyarakat Agar Berhati-hati Selama Perjalanan Mudik

CIBINONG – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Hal tersebut disampaikan Rudy usai melakukan peninjauan kesiapan Pos Pengamanan (Pos PAM) Lebaran di empat titik strategis di Kabupaten Bogor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu (18/3).Selain melakukan monitoring, Bupati Bogor dan Forkopimda juga menyerahkan bantuan logistik kepada para petugas yang berjaga di setiap Pos PAM sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik.Pada kesempatan tersebut, Rudy Susmanto mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima. Jika merasa lelah, silahkan beristirahat di pos-pos yang telah disediakan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Pos PAM tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat.

“Kami melihat di lapangan, fasilitas yang disiapkan sudah cukup baik. Ada layanan kesehatan, ruang istirahat, hingga pusat pengaduan. Bahkan di Pos Hoegeng sudah tersedia sentra pelayanan terpadu, sehingga masyarakat bisa langsung menyampaikan laporan jika terjadi permasalahan,” katanya.

Bupati Rudy turut mengapresiasi dedikasi seluruh petugas gabungan yang tetap menjalankan tugas di tengah momentum Lebaran.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI, Polri, tenaga kesehatan, Satpol PP, BPBD, Damkar, dan seluruh pihak yang terlibat. Di saat sebagian masyarakat berkumpul bersama keluarga, para petugas tetap siaga memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan, Rudy bersama Forkopimda juga menyerahkan bantuan logistik kepada para petugas di setiap pos yang dikunjungi.

“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk perhatian dan dukungan kami agar para petugas tetap semangat dalam menjalankan tugasnya,” tambahnya.(AA)

Rudy Susmanto Undang Anak Yatim Ikut Salat Idulfitri dan Rayakan Lebaran di Stadion Pakansari

CIBINONG– Bupati Bogor Rudy Susmanto mengundang anak-anak yatim dari sejumlah panti asuhan di sekitar kawasan stadion untuk mengikuti shalat Idul Fitri 1447 Hijriah, sekaligus merayakan Lebaran bersama di Stadion Pakansari.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor menghadirkan suasana kebersamaan di hari raya, khususnya bagi anak-anak yatim dan masyarakat yang tidak melaksanakan mudik.

Demikian disampaikan Rudy usai melakukan peninjauan kesiapan Pos Pengamanan (Pos PAM) Lebaran di empat titik strategis di Kabupaten Bogor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu (18/3).

Bupati Rudy Susmanto menjelaskan, pelaksanaan shalat Idul Fitri tahun ini dipusatkan di Stadion Pakansari karena Lapangan Tegar Beriman yang biasa digunakan sedang dalam proses revitalisasi sebagai bagian dari pembangunan Alun-alun Tegar Beriman.

“Momentum Idul Fitri ini ingin kami jadikan sebagai ajang kebersamaan. Kami mengajak anak-anak yatim agar bisa merasakan kebahagiaan di hari kemenangan bersama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Rudy mengungkapkan, selain mengundang anak yatim dari sejumlah panti asuhan di sekitar kawasan stadion, Pemkab Bogor juga menggelar open house dengan konsep sederhana. Seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dan membaur langsung dengan masyarakat.

“Tidak hanya itu, pemerintah juga melibatkan pedagang kaki lima yang tetap berjualan di hari Lebaran. Dagangan mereka dibeli oleh Pemkab Bogor untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir di lokasi,” ungkap Rudy.

Ia menjelaskan, untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor menyiapkan layanan angkutan di beberapa titik menuju Stadion Pakansari. Fasilitas ini disediakan guna memudahkan masyarakat menjangkau area utama stadion yang cukup luas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi langsung dengan pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Kapolres, Dandim, Kajari hingga Ketua DPRD Kabupaten Bogor.(AA)

Antisipasi Kejahatan Arus Mudik, Polda Banten Terjunkan Unit K9 dan X-Ray di Pelabuhan Merak

0

Merak – Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Banten mengerahkan dua unit anjing pelacak (K9) untuk menyisir kendaraan pemudik di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Kamis (19/3/2026).

Pengerahan Unit K9 itu sebagai upaya memperketat pengamanan dan mengantisipasi adanya pelaku kejahatan yang berniat memanfaatkan momentum arus mudik untuk melancarkan aksi kriminal.Kegiatan sterilisasi itu dipimpin oleh Banit Satwa Ditsamapta Polda Banten Bripda Kevin Sihombing.

Dalam pelaksanaannya, kedua anjing pelacak tersebut memeriksa dengan teliti area parkir hingga bagian luar kendaraan guna mendeteksi keberadaan barang-barang berbahaya maupun ilegal sebelum memasuki kapal penyeberangan.

Bripda Kevin Sihombing menjelaskan, kehadiran unit satwa ini merupakan bagian dari prosedur keamanan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung.

Pengamanan serupa juga dilakukan di dermaga dan pelabuhan lain yang difungsikan sebagai jalur penyeberangan utama para pemudik.

“Kegiatan kami ini bertujuan meminimalisir pelaku-pelaku kejahatan yang ingin memanfaatkan situasi arus mudik ini untuk melakukan kejahatan, seperti membawa bahan-bahan terlarang seperti narkoba atau mungkin bahan terlarang lainnya,” ujar Bripda Kevin Sihombing.

Selain pengerahan Unit K9, upaya mempersempit ruang gerak peredaran narkoba juga dilakukan di titik-titik rawan lainnya.

Satuan Narkoba Polda Banten bersama Satuan Narkoba Polres Cilegon melakukan pengecekan intensif terhadap barang bawaan penumpang di pintu kedatangan kapal yang berlokasi di lantai dua Mall Sosoro.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menggunakan alat pemindai X-ray guna memastikan tidak ada barang terlarang yang lolos melewati Pelabuhan Merak.(bayu)

Pelajaran Dari Industrialisasi Pertahanan Iran: Model Kemandirian Terpaksa

0

-Marsda TNI Budhi Achmadi-

Di tengah lanskap geopolitik yang keras dan penuh tekanan, Iran menghadirkan sebuah pelajaran strategis: negara yang selama puluhan tahun berada dalam rezim sanksi justru mampu membangun fondasi industri pertahanan yang relatif mandiri dan adaptif. Ketika banyak negara berkembang menggantungkan modernisasi militernya pada impor dan lisensi, Iran menempuh jalan berbeda—bukan karena pilihan ideal, melainkan karena keterpaksaan sejarah. Dari pengalaman itulah lahir model pembangunan industri pertahanan yang sering disebut sebagai enforced autonomy atau kemandirian terpaksa.Keith Krause dalam Buku Arms and the State: Patterns of Military Production and Trade (1995) membagi pola industrialisasi pertahanan global dalam tiga model besar industrialisasi pertahanan, yaitu mandiri penuh (full autonomy), semi mandiri (model Asia Timur) dan kemandirian terpaksa (enforced autonomy).

Model pertama adalah full autonomy atau kemandirian penuh, yaitu ketika suatu negara menguasai seluruh spektrum industri pertahanan dari hulu hingga hilir. Negara dalam kategori ini memiliki kapasitas riset dasar, desain sistem, manufaktur komponen kritis, integrasi platform, hingga kemampuan ekspor dalam skala besar. Contohnya dapat ditemukan pada Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok, yang tidak hanya memproduksi alutsista untuk kebutuhan domestik tetapi juga menjadi pemain dominan dalam pasar global. Model ini membutuhkan anggaran riset besar, ekosistem inovasi yang matang, serta kesinambungan kebijakan lintas dekade.

Model kedua adalah semi autonomy atau semi mandiri, yang sering disebut sebagai model Asia Timur. Dalam pendekatan ini, negara sudah ada kemampuan terbatas atau tidak sepenuhnya mandiri, lalu secara sistematis membangun kapasitas nasional melalui kerja sama internasional, transfer teknologi, lisensi produksi, dan integrasi ke dalam rantai pasok global. Negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Turki memanfaatkan kemitraan strategis untuk meningkatkan kemampuan industri domestik secara bertahap. Mereka tidak menutup diri dari sistem internasional, melainkan menggunakannya sebagai akselerator pembangunan teknologi nasional. Model ini relatif efisien dan realistis bagi negara berkembang, meskipun tetap menyisakan risiko ketergantungan apabila terjadi pembatasan politik atau embargo.

Model ketiga adalah enforced autonomy atau kemandirian terpaksa. Dalam skema ini, kemandirian industri pertahanan lahir bukan dari perencanaan strategis jangka panjang yang nyaman, tetapi dari tekanan eksternal yang memaksa. Embargo, sanksi ekonomi, dan isolasi politik membuat negara tidak memiliki pilihan selain mengembangkan kemampuan produksi sendiri. Industri pertahanan Iran, Korea Utara, Afrika Selatan, merupakan realitas dari model ini. Pada kasus Iran, Revolusi Islam 1979 menjadi titik balik yang memutus hubungan pertahanan dengan negara-negara Barat. Perang Iran–Irak pada dekade 1980-an memperparah situasi karena akses terhadap suku cadang dan dukungan teknis hampir berhenti total. Ketergantungan pada platform warisan era Shah Reza Pahlevi yang berbasis Barat berubah menjadi kerentanan strategis. Dukungan suku cadang Alutsista Barat berhenti total.
Dalam kondisi tersebut, Iran tidak memiliki kemewahan memilih jalur semi mandiri seperti negara-negara lain yang mendapatkan dukungan ilmu dan suku cadang dari negara-negara maju. Ia dipaksa mengembangkan kemampuan substitusi melalui reverse engineering, inovasi lokal, dan penguatan industri dalam negeri di bawah birokrasi pemerintahan yang kuat. Alih-alih mengejar simetri dengan kekuatan udara Barat yang unggul dalam teknologi pesawat tempur generasi mutakhir, Iran memusatkan perhatian pada sistem yang lebih realistis, murah, namun berdampak strategis tinggi, yakni rudal balistik, drone, serta perang asimetris maritim. Strategi ini mencerminkan pemahaman mendalam bahwa strategi penangkalan dan perang tidak harus selalu harus berbasis platform mahal, tetapi bagaimana kemampuan memberikan serangan balasan yang kredibel dan terukur.

Keberhasilan Iran dalam kerangka kemandirian terpaksa dapat dilihat dari konsistensi kebijakan jangka panjangnya. Terlepas dari dinamika politik domestik, pembangunan industri pertahanan tidak pernah berhenti. Integrasi antara militer, lembaga riset, dan industri dilakukan secara terpusat sehingga proses inovasi tidak terfragmentasi. Selain itu, Iran menunjukkan kecakapan dalam mengembangkan sistem berbiaya relatif rendah namun berdampak strategis signifikan. Drone dan rudal balistik menjadi instrumen yang bukan hanya memperkuat posisi tawar regional, tetapi juga membangun citra kemandirian nasional di tengah tekanan internasional. Bukti lain keseriusan Iran dalam industrialisasi pertahanan model kemandirian terpaksa adalag terjaganya kerahasiaan area produksi dan gudang senjata strategis yang telah aktif lebih dari empat dekade.

Bagi negara seperti Indonesia, yang menganut politik luar negeri bebas aktif dan tidak berada dalam isolasi internasional, pengalaman Iran tentu tidak dapat ditransplantasikan secara utuh karena sistem kenegaraan yang berbeda. Namun esensinya tetap relevan. Indonesia dapat mengombinasikan model semi mandiri dan kemandirian terpaksa untuk membangun platform besar dan krusial melalui penguatan kapasitas mandiri pada sistem-sistem kritis seperti drone, rudal balistik, sistem siber, dan C6ISR berbasis kecerdasan buatan. Penguatan ekosistem riset nasional juga menjadi prasyarat mutlak agar kemandirian tidak berhenti pada perakitan, tetapi benar-benar menyentuh penguasaan teknologi inti, namun hingga produksi massal mandiri dan pengembangan teknologi lanjutan mandiri.

Pelajaran paling mendasar dari industri pertahanan model kemandirian terpaksa adalah bahwa pembangunan industri pertahanan bukan sekadar proyek industri yang harus segera mendapatkan profit dalam waktu singkat, melainkan proyek kebangsaan dalam jangka panjang. Ia menuntut konsistensi lintas rezim, kesabaran strategis, serta keberanian menentukan prioritas. Iran menunjukkan bahwa tekanan eksternal dapat diubah menjadi katalis inovasi melalui visi nasional yang jelas. Dalam konteks Indonesia menuju 2045, pembangunan industri pertahanan harus ditempatkan sebagai fondasi ketahanan strategis, bukan sekadar instrumen ekonomi atau simbol kebanggaan.

Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto sebenarnya sudah pernah mencoba model kemandirian terpaksa, dengan menyuntik banyak pembiayaan pada pembangunan industri pertahanan tanpa berorientasi pada profit ekonomi pada jangka pendek. Sayangnya program tidak berkelanjutan dan konstelasi politik nasional pada masa berikutnya berubah-ubah dalam memandang peran dan model pembangunan industri pertahanan lokal. Industri pertahanan bahkan pernah dianggap sebagai beban anggaran pemerintah dan tidak diprioritaskan. Maka, industrialisasi pertahanan RI model kemandirian terpaksa yg pernah dirintis pada periode tahun 1980 – 1996, perlu digali lagi relevansinya di era ketidakpastian global seperti saat ini.

Pada akhirnya, model kemandirian terpaksa Iran mengingatkan kita bahwa kedaulatan tidak pernah gratis. Ia lahir dari kombinasi tekanan, adaptasi, dan keteguhan kebijakan. Indonesia tidak menghadapi embargo panjang seperti Iran, tetapi dunia yang semakin kompetitif menuntut kesiapan menghadapi skenario terburuk. Dari sanalah relevansi pengalaman Iran menjadi nyata. Bukan untuk ditiru secara ideologis, melainkan untuk dipahami sebagai pelajaran tentang bagaimana sebuah bangsa membangun daya tahan industri pertahanan di tengah keterbatasan.

Wali Kota Jaktim Lepas Mudik Gratis 250 Penyandang Disabilitas Netra, Tujuan Jateng–Jabar–Yogyakarta

Jakarta Timur, 18 Maret 2026 – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas program mudik gratis yang diselenggarakan Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia di Jalan Kampung Melayu Besar, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Arif Pribadi. Sebanyak 250 penyandang disabilitas netra beserta keluarga diberangkatkan menggunakan tiga unit bus menuju tiga daerah tujuan, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Munjirin berharap program mudik gratis ini dapat memberikan perjalanan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi para peserta, sekaligus membantu mengurangi potensi risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran.

“Melalui program mudik gratis ini diharapkan perjalanan para penyandang disabilitas netra bersama keluarga menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman,” ujar Munjirin.

Ia juga menilai program tersebut sangat membantu, terutama bagi penyandang disabilitas netra yang ingin pulang kampung tanpa terbebani biaya transportasi. Munjirin turut mengingatkan para peserta agar selalu berhati-hati selama perjalanan serta menjaga kondisi kesehatan.

“Semoga seluruh peserta dapat kembali pada 26 Maret dalam keadaan sehat dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Sony, yang juga menjadi peserta mudik gratis, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas terselenggaranya program tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya program mudik gratis ini. Fasilitasnya ramah bagi disabilitas netra, kami juga didampingi keluarga dan panitia, sehingga perjalanan insyaallah aman dan nyaman,” ungkapnya.(Tom)

Dedi Mulyadi Tinggalkan Gasibu, Pilih Salat Id di Gedung Sate, Ada Apa?

Bandung, Keputusan berbeda diambil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jelang Idulfitri 2026. Ia memilih melaksanakan salat Id di halaman Gedung Sate, bukan di Lapangan Gasibu seperti tradisi sebelumnya.

Langkah ini langsung jadi sorotan, mengingat Gasibu selama ini identik sebagai lokasi salat Id para gubernur Jabar.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan masih adanya kendaraan yang melintas saat salat berlangsung, sehingga mengganggu kekhusyukan.

Dengan lokasi baru yang dinilai lebih steril dari aktivitas lalu lintas, diharapkan pelaksanaan salat Id tahun ini bisa berlangsung lebih tertib dan nyaman.

Keputusan ini sekaligus menandai perubahan tradisi dalam pelaksanaan salat Id di Jawa Barat.(Nana)

 

 

Wapres Sapa Peserta Mudik Bersama Danareksa 2026, Tekankan Keselamatan dan Kenyamanan

Jakarta,Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyapa para peserta Program Mudik Bersama Holding BUMN Danareksa 2026 yang akan berangkat menuju berbagai daerah tujuan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah di Jakarta, Selasa (17/3/2026).Program Mudik Bersama Danareksa 2026 yang mengusung tema “Mudik Aman, Berbagi Harapan” ini diikuti oleh sekitar 1.900 peserta dari 475 kepala keluarga yang berasal dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.Pada kesempatan tersebut, Wapres meninjau langsung sejumlah armada bus serta menyapa para pemudik yang telah bersiap melakukan perjalanan menuju kampung halaman. Wapres juga menyampaikan pesan agar para pemudik berhati-hati selama perjalanan dan dapat tiba di tujuan dengan selamat.

Wapres turut menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan peserta mudik sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah bagi masyarakat.(dul)

 

 

 

Sumber: BPMI Setwapres

 

Mensesneg Prasetyo Hadi Himbau Kementrian dan Lembaga Tidak Gelar Open House Berlebihan

Jakarta, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah mengimbau kementerian dan lembaga untuk merayakan Idulfitri 1447 H/2026 M dengan penuh kesederhanaan dan tidak menyelenggarakan kegiatan open house dan halalbihalal secara berlebihan, di Kompleks Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/03/2026).Imbauan tersebut disampaikan melalui surat edaran sebagai tindak lanjut arahan Presiden, dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat terdampak bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air. Selain itu, dinamika global yang terjadi saat ini juga berpotensi berdampak ke dalam negeri.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong kesederhanaan serta menjaga empati dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan pemerintahan.(dul)

 

 

sumber KemensetnegRI

Masyarakat Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati Bogor atas Program Mudik Gratis

Cibinong — Program Mudik Gratis yang diinisiasi oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Polres Bogor, kembali menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan jajaran kepolisian ini menjadi solusi nyata bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman namun terkendala biaya dan ketersediaan tiket sekaligus menjadi wujud kepedulian nyata Bupati Bogor kepada masyarakat.Pelaksanaan mudik gratis di Stadion Pakansari berlangsung penuh antusias. Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi pemberangkatan dengan wajah sumringah, menandai harapan baru untuk dapat berkumpul bersama keluarga di momen Hari Raya Idul Fitri.Di tengah suasana tersebut, sejumlah warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas program yang dinilai sangat membantu. Warga Ciriung Siti , salah satu peserta mudik gratis, mengaku sudah tiga tahun tidak mudik karena keterbatasan biaya dan sulitnya mendapatkan tiket.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Sudah tiga tahun saya tidak pulang kampung karena kesulitan tiket dan biaya. Tahun ini lima keluarga langsung bersama-sama pulang kampung . Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan Polres Bogor yang sudah menghadirkan program mudik gratis ini. Sangat membantu kami sebagai masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Nurhanif , yang juga merasakan langsung manfaat dari program mudik gratis

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan Polres Bogor. Program ini benar-benar menunjukkan kepedulian kepada rakyat. Kami sangat terbantu, apalagi harga tiket sekarang mahal dan sulit didapat. Dengan adanya mudik gratis ini, kami bisa berkumpul dengan keluarga di jogja kampung halaman kami,” tuturnya.(AA)

Babinsa Ngoran Bersama Warga Gelar Kerja Bakti, Ciptakan Lingkungan Bersih Dan Aman

0

Blitar – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, serta aman bagi pengguna jalan, Babinsa Desa Ngoran Koramil 0808/05 Nglegok Sertu Harianto bersama warga melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan lingkungan di Dusun Ngoran RT. 01 RW. 05 Desa Ngoran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, Kamis (19/3/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan bahu jalan, saluran air, serta pemangkasan rumput liar yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Dengan penuh semangat, warga bersama Babinsa bahu-membahu membersihkan lingkungan sekitar agar terlihat lebih tertata dan asri.

Sertu Harianto menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI melalui Babinsa terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan sebagai bagian dari pola hidup sehat dan tanggung jawab bersama.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya genangan air yang dapat menjadi sumber penyakit, serta mengurangi potensi kecelakaan akibat jalan yang tertutup semak atau kotoran. Lingkungan yang bersih diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Warga Dusun Ngoran menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja bakti seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin. Dengan adanya sinergi antara TNI dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih sehat, aman dan harmonis di wilayah Desa Ngoran (Dim0808).