Depok, monitorjabarnews.com Spanduk dengan tulisan “Bahlil No” dan “Gas Elpiji 3 Kg Yes” terpasang dibeberapa sudut jalan Kota Depok, Kamis (06/02/2025). Tulisan pada spanduk tersebut diduga sebagai bentuk protes terhadap kebijakan mentri ESDM Bahlil Lahadilia terkait hilangnya gas elpiji 3 kg, membuat warga kalang kabut dalam memasak buat keluarganya.
Warga yang melihat spanduk ini, mengaku tidak terganggu adanya pemasangan spanduk ini. Mereka juga mengaku senang, karena aspirasinya diwakili warga lain melalui pemasangan adanya spanduk ini.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akhir-akhir ini menjadi sorotan dan viral di media sosial karena langkanya Gas Elpiji 3 kg.
Nama Bahlil Lahadalia bahkan menjadi topik omongan warga diberbagai tempat termasuk di media sosial. Akibat kebijakan Bahlil Lahadalia, mengakibatkan warga sedih karena Gas Elpiji 3 kg tidak ada diwarung dan agent.
Bahkan memakan korban jiwa satu nyawa meninggal dunia yaitu nenek Yoni Binti Yaman (62 tahun) warga Pamulang, Tangerang meninggal dunia antri Gas Elpiji 3 kg. Warga berharap kelangkaan Elpiji 3 kg, tidak boleh terjadi, karena menyusahkan banyak orang, seperti tukang ojek dan warung gorengan.
Wanto salah seorang warga mengatakan, “Kebijakan bahlil dinilai sangat tidak pro rakyat. Kebijakan itu jauh dari keinginan untuk melayani rakyat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Wanto berpandangan bahwa kebijakan Bahlil juga tidak sejalan dengan spirit yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintahannya sangat pro rakyat. Bahkan Prabowo menegaskan akan menindak menterinya yang tidak pro rakyat.
“Karena itu, saatnya Prabowo mereshuffle Bahlil. Sebab kebijakan Bahlil dinilai tidak sejalan dengan kebijakan Prabowo. Jadi, Prabowo sangat logis bila mencopot Bahlil. Sebab, Bahlil hanya membebani Prabowo saja,” tegasnya.(red)