Rabu, Februari 4, 2026
BerandaKabupaten BogorRetret Wartawan di Cibodas: Seragam Loreng dan Pesan Menhan Sjafrie

Retret Wartawan di Cibodas: Seragam Loreng dan Pesan Menhan Sjafrie

Kabupaten Bogor, Tak hanya menteri dan kepala daerah, sejumlah wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengikuti retret selama empat hari di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Pertahanan bersama PWI.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, hadir pada hari ketiga, Sabtu (31/1/2026), untuk memberikan materi kunci kepada sekitar 200 wartawan peserta retret sekaligus makan siang bersama.

Seragam Loreng dan Makan Siang Bersama
Sekitar 200 anggota PWI mengenakan seragam loreng hijau sage lengkap dengan topi komando dan sepatu boot hitam.

Sjafrie tiba sekitar pukul 11.00 WIB dengan jaket bomber loreng dan celana panjang cokelat, didampingi jajaran pejabat Kemhan serta Ketua Umum PWI Ahmad Munir.

Menu makan siang sederhana berupa nasi, lauk, sayur, dan mi bakso.

Kedatangan Sjafrie disambut nyanyian nama dirinya oleh peserta. Ia pun menyalami wartawan, duduk di tengah, berbincang ringan, dan sesekali menerima ajakan swafoto.

Pesan Menhan Sjafrie
Dalam kesempatan itu, Sjafrie menyampaikan motivasi dan informasi kepada peserta.

“Kita sekarang ada di dalam perang opini. Orang yang bekerja dengan ikhlas dan mempunyai yang terbaik, biasanya dipandang negatif dalam perang opini,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi.

“Kita ini kan satu kapal, jadi butuh persatuan dan kesatuan untuk kolaborasi. Walaupun PWI ada senior-senior, tapi secara historis insan pers Indonesia itu insan pers perjuangan,” katanya.

Sjafrie juga menyinggung upaya pemerintah menindak tegas pelaku kejahatan yang merugikan negara.

“Ini harus kita identifikasi, perlu kita investigasi dan kita hadapkan ke dalam hukum negara ini,” tandasnya.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan retret ini merupakan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang bertujuan membentuk wartawan berintegritas, profesional, dan berkesadaran kebangsaan dalam menghadapi disinformasi global.

Sejalan dengan itu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin melalui sambutan tertulis menekankan bahwa pers adalah mitra strategis negara dalam pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Retret empat hari ini diikuti perwakilan PWI dari seluruh Indonesia, dibuka dengan materi Building Learning Commitment (BLC) dan pengantar nilai dasar bela negara, serta dihadiri jajaran pejabat Kemhan dan pengurus PWI Pusat.

Peran Pers
Pers memiliki posisi strategis sebagai pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Fungsinya meliputi penyampaian informasi faktual, pendidikan publik, hiburan sehat, serta kontrol sosial.

Pers juga berperan sebagai watchdog (anjing penjaga) untuk mengawasi jalannya pemerintahan, membongkar penyalahgunaan kekuasaan, dan menjaga transparansi publik.

Landasan hukum profesi ini adalah UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kemerdekaan pers, hak tolak, dan hak jawab.

Adapun wartawan bertugas mencari, mengolah, dan menyajikan berita, sementara institusi pers menjadi wadah publikasi sekaligus entitas ekonomi dalam ekosistem demokrasi.(Dir)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments