JAKARTA, Berdasarkan keterangan didalam sidang, Ammar Zoni menegaskan, bahwa; pengakuannya dalam video yang dijadikan bukti oleh jaksa, itu dibuat di bawah tekanan berat.
Menurutnya, rekaman CCTV adalah kunci untuk membongkar kebenaran di balik pengakuannya tersebut.
“Pengakuan saya memang seperti itu yang ada di video, tapi pengakuan saya dibuat berdasarkan tekanan. Tekanan yang di mana CCTV bisa membuktikan itu semua. Kami berlima meminta Yang Mulia untuk di hadirkan CCTV dari pihak Rutan tanggal 3 Januari,” tantang Ammar Zoni membeberkan yang dialaminya saat interogasi oleh penyidik.
Klaim adanya intimidasi itu diperkuat oleh terdakwa lain, Muhammad Rifaldi. Ia juga menyatakan, bahwa; keterangannya saat diinterogasi diberikan karena tidak tahan dengan tekanan yang diterimanya. (®)

