Kamis, November 5, 2026
Beranda blog Halaman 6

Gladi Kotor HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Libatkan 81 Pesawat dan Helikopter TNI untuk Demo Udara

Jakarta, Sejak pukul 08.00 WIB, pelaksanaan gladi kotor rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/08/2026). Pada momen gladi tersebut, demo udara yang melibatkan sekitar 81 pesawat dan helikopter milik TNI turut ditampilkan.Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangannya usai mengikuti jalannya gladi kotor pertama menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerbang yang terlibat. Menurutnya, kemampuan para penerbang dalam mengoperasikan berbagai jenis pesawat dan helikopter menunjukkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam mendukung pelaksanaan upacara kenegaraan.

Mensesneg mengakui sejumlah manuver dalam latihan sempat membuat suasana yang mendebarkan. Namun, Mensesneg menilai hal tersebut sekaligus menunjukkan profesionalisme dan kesiapan para personel TNI.

Usai gladi kotor, evaluasi langsung dilakukan untuk menyempurnakan sejumlah aspek teknis pelaksanaan upacara. Salah satunya terkait koordinat dan posisi manuver pesawat maupun helikopter agar berada tepat pada titik yang telah ditentukan.

 

 

Sumber: Biro Humas Setneg & BPMI Setpres

Forwara: Jangan Ada Anak Tiri, Langganan Media DPRD Depok Harus Adil

0

Depok, Ramai menjadi perbincangan di kalangan wartawan, hingga menjadi pemberitaan seperti dikutip dari media beritasatoe.com, Sekretariat DPRD Kota Depok mengalokasikan anggaran sebesar Rp210,3 juta dari APBD Tahun 2026 untuk belanja langganan koran dan majalah.

Alokasi anggaran tersebut menjadi sorotan publik yang meminta adanya transparansi terkait rincian penggunaan dana tersebut.

Forum Wartawan Pemantau Peradilan / Forwara DPC Kota Depok, David Malau, menilai keterbukaan informasi diperlukan agar publik mengetahui jenis media yang dilanggan, jumlah eksemplar, durasi langganan, hingga dasar perhitungan anggaran yang digunakan.

“Transparansi dinilai penting untuk memastikan penggunaan APBD dilakukan secara efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan kedinasan,” ucapnya, senin, tgl 3/8/2026.

“Dulu Langganan Lewat Pihak Ketiga”

David juga menyinggung pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

“Karena yang pernah saya rasakan di tahun sebelumnya, langganan koran diberikan melalui pihak ketiga yang bernama sirait, Tidak semua media dapat dan tidak ada kejelasan kriterianya,” ujarnya.

Menurutnya, jika tidak dikelola terbuka, anggaran langganan rawan menimbulkan kecemburuan antar media dan potensi penyimpangan.

*Minta Sekwan Berlaku Adil*
Forwara meminta Sekretaris DPRD / Sekwan Kota Depok segera membuka data rinci penggunaan anggaran Rp210,3 juta itu.

“Siapa saja media yang dilanggan? Berapa eksemplar? Langganan digital atau cetak? Tolong berlaku adil. Jangan hanya media tertentu yang terus dapat. Media kecil juga punya hak yang sama untuk mengakses informasi pemerintahan,” tegas David.

Ia juga mendorong Sekwan membuat sistem distribusi yang jelas dan bisa diaudit. Misalnya melalui e-katalog atau penunjukan langsung yang transparan.

*Dasar Hukum & Aturan*
Belanja langganan media memang diperbolehkan dalam nomenklatur APBD untuk mendukung fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPRD. Namun, prinsipnya harus akuntabel sesuai PP No. 12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Hingga berita ini diturunkan, Sekwan DPRD Kota Depok belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU No. 40/1999 tentang Pers.(Dm)

PWOIN Depok Gelar Diskusi KUHP/KUHAP Baru dan Sosialiasi Sengketa Wartawan

0

DEPOK – Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Kota Depok menggelar kegiatan diskusi dan sosialisasi terkait Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Baru 2026, serta Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sengketa pers. Agenda yang berlangsung di Savero Hotel, Margonda, Kota Depok, pada Rabu (29/7/2026).

Acara Diskusi dibuka oleh Hari perwakilan dari
Kadis Kominfo kota Depok memberikan dukungan apresiasi penuh atas pelaksanaan kegiatan yang di inisiasi oleh PWOIN, katanya.

Benny Gerungan ketua PWOIN kota Depok mengatakan, pentingnya edukasi ini, untuk tujuan agar masyarakat tidak di Bodohin oleh pelaku hukum.

Jadi sosialisasi ini sangat penting terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang awam. Karena banyak pasal-pasal yang belum dipahami oleh masyarakat. Seperti hukum acara, baik materiil maupun formil, ujar Benny.

Banyak penambahan pasal KUHAP dan KUHP lama ke KUHAP dan KUHP Baru yang belum di pahami oleh praktisi hukum, apalagi masyarakat, ujar Benny.

​Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari agenda ini adalah untuk membentuk pemahaman hukum yang kuat di tengah masyarakat, termasuk putusan mahkamah konstitusi terkait pers tidak bisa di pidana atas tulisan jurnalistiknya.

Sebab dalam pasal 5 ayat 1 UU No, 40 tahun 1999 tentang pers, ada hak koreksi dan hak jawab, sebelum di ajukan ke ranah hukum pidana, karena merupakan profesi wartawan yang menggunakan hak leks spesialis

Ini ending-nya adalah bagaimana memberikan edukasi dengan menampilkan narasumber seperti Dr, I Made Subagio, SH.MH pakar hukum Pidana, Nurjaman Mochtar pakar pers dari PWI Pusat, Binsar Siagian Sekjend PWOIN Pusat, yang di pandu oleh Mulyadi Pranowo, ST.MM, terangnya.

Negara kita adalah negara hukum, tidak ada dibedakan antara kaya dan miskin, pejabat ataupun tidak pejabat, karena di mata hukum kita itu sama ( Be for the low), walaupun langit mau runtuh, keadilan tetap ditegakan ( fiat Justicia Ruat Caelum ), karena penegakan hukum tentunya harus dalam koridor presisi, prediktif, responbilitas transparan, serta independen, tegas Benny

Pada kesempatan itu, Harun, ST.,SH ketua umum PWOIN pusat, wartawan harus tetap menjaga integritas dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalis Indonesia (KEJI).

Ia juga mengatakan bahwa wartawan harus mengenal dan memahami regulasi pers sebagai bentuk perlindungan hukum, bukan sebagai bentuk kebal hukum.

Di tempat yang sama, pakar hukum pidana, Dr. I Made Subagio, S.H., M.H., turut mengapresiasi serta membeberkan substansi dari diskusi tersebut.

​”Kegiatannya sangat bagus dengan judulnya tentang Diskusi, Sosialisasi Hukum Acara Pidana dan Hukum Pidana serta Sengketa Psrs, jadi kita membahas tentang Materiil dan hukum acara, di tambah dengan Sengketa Pers kaitan dengan putusan MK Nomor 145/PUU-XXIII/2025.

Relevansi pembahasan tersebut bagi jurnalis dan aparat penegak hukum yang turut hadir di acara diskusi, sosialisasi ini, bilangnya.

Nah, kenapa kita lakukan upaya ini? Supaya teman-teman pers itu memahami proses hukum itu ada tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan. Termasuk juga tadi hadir dari Polres juga, bagaimana proses mekanisme penyelesaian terhadap sengketa pers melalui Dewan Pers tersebut,” lanjutnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, PWOIN berharap insan pers dapat semakin terlindungi dalam menjalankan fungsi kontrol sosialnya, sekaligus membantu meningkatkan literasi hukum bagi masyarakat luas secara berkelanjutan.

Acara dihadiri oleh Perwakilan Diskominfo, Kesbangpol, Polres Metro Depok, para Lowyer, ketua SWI kota Depok, KJD dan puluhan wartawan berlangsung khidmat karena di barengi penampilan tarian mojang Priangan dari SMP Negri 1 Depok, serta pemberian buku dan tas sekolah dari yayasan DSG untuk anak yatim piatu. (Benger)

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemerintah Kabupaten Bogor Tangani Dampak Kemarau

Kabupaten Bogor Menindaklanjuti SK Bupati Bogor Nomor : 300.2/11/KEP-TD/BPBD Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan di Kabupaten Bogor Tahun 2026, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berkomitmen berperan aktif dalam penyediaan dan pendistribusian air bersih untuk mendukung penanganan bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.Langkah yang diambil Perumda Air Minum Tirta Kahuripan adalah membuka akses 8 instalasi pengolahan air untuk dijadikan stasiun pengisian air bersih melalui mobil tangki, menyediakan 12 armada tangki untuk membantu pendistribusian air bersih dan mengoptimalkan Water Treatment Plant (WTP) mobile di lokasi rawan kekeringan.Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad mengatakan bahwa Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mempunyai peran lain selain melayani pelanggannya, namun juga memiliki fungsi tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat saat terjadi kondisi darurat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Hingga saat ini tercatat 385.000 liter air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang sudah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor dan tentunya kita berdoa semoga bencana kekeringan ini tidak berlangsung lama.” ujar Abdul Somad.

Abdul Somad juga mengimbau kepada pelanggan maupun masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau dengan mengutamakan kebutuhan pokok, menampung air sebagai cadangan serta menjaga sumber-sumber air dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai karena akan mengganggu proses produksi pengolahan air bersih di instalasi.

Untuk diketahui, bagi warga yang mengalami krisis air bersih dapat membuat permohonan bantuan melalui Pemerintah Desa yang ditujukan kepada BPBD Kabupaten Bogor. Selanjutnya BPBD akan melakukan asesmen kebutuhan dan mengkoordinir pendistribusian melalui mobil tangki bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Damkar, Dinsos, PMI dan PU (BBWS).

Melalui sinergi antara Perangkat Daerah dan kesadaran masyarakat atas pentingnya menjaga kelestarian air diharapkan kebutuhan air bersih selama musim kemarau dapat terus terpenuhi sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan.

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Hadirkan Promo Spesial Sambungan Baru

Cibinong, 12 Mei 2026. Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menghadirkan program promo spesial sambungan baru bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Melalui program tersebut, calon pelanggan dapat menikmati pemasangan sambungan baru dengan harga khusus hanya Rp. 544.000,- dari harga normal Rp. 1.600.000,-. Promo ini berlaku mulai tanggal 10 Mei hingga 30 Juni 2026 khusus kelompok tarif rumah tinggal golongan R3C sampai dengan R4F.

Program promo ini menjadi bagian dari komitmen Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dalam memperluas akses layanan air bersih perpipaan kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Bogor.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad, menyampaikan bahwa momentum Hari Jadi Bogor dimanfaatkan perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kemudahan memperoleh layanan air minum perpipaan.

“Melalui promo HJB ke-544 ini, kami ingin memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan air bersih yang aman, berkualitas, dan terjangkau. Ini merupakan bentuk komitmen Tirta Kahuripan dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Ia menambahkan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan akan turut serta mensukseskan “Gebyar Pelayanan Publik 100 jam Nonstop” di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bogor yang akan dimulai dari tanggal 18 hingga 22 Mei 2026.

“Tentunya kami berharap calon pelanggan dapat memanfaatkan program promo ini sebaik mungkin karena lebih hemat dan para pelanggan dapat memanfaatkan pelayanan nonstop di MPP maupun mobil pelayanan di area car free day setiap hari minggu untuk melakukan pengaduan hingga melakukan pembayaran tagihan air.” tutupnya.

Untuk diketahui, pendaftaran sambungan baru dapat dilakukan secara online melalui aplikasi digital (bit.ly/mykahuripan) maupun dengan datang langsung ke kantor cabang pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Dengan semangat “Bergerak Serempak, Nyata Berdampak” pada peringatan Hari Jadi Bogor ke-544, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor dan KPK Bahas Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

CIBINONG – Bupati Bogor, Rudy Susmanto didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika dan Inspektur Kabupaten Bogor, Arif Rahman, melaksanakan rapat koordinasi (rakor) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahas pembinaan dan pengawasan terhadap tata kelola Pemerintah Kabupaten Bogor.

Rakor dilaksanakan di Aula Soekarno-Hatta, Kantor Inspektorat Kabupaten Bogor, Selasa (12/5). Dihadiri langsung Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II KPK, Brigjen Pol. Bahtiar Ujang Purnama bersama jajaran.

Rakor juga membahas penguatan reformasi birokrasi, optimalisasi pelayanan publik, pengelolaan aset dan keuangan daerah, serta penguatan sistem pengawasan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efektif melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus berkomitmen melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan, penguatan pengawasan internal, serta peningkatan kualitas pelayanan publik demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan profesional.

“Kami menyadari bahwa tantangan pembangunan Kabupaten Bogor sangat besar. Karena itu kami membutuhkan pendampingan, arahan, dan masukan agar seluruh kebijakan dan program pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Rudy juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong budaya kerja yang mengedepankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas di seluruh perangkat daerah.(AA)

 

 

 

(Sumber : DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)

Gubernur Pramono Canangkan HUT ke-499 Jakarta, Jadikan Rasuna Said Simbol Transformasi Kota hingga Deklarasi Gerakan Pilah Sampah

Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/5) pagi. Dalam acara ini sekaligus digelar Deklarasi Gerakan Pilah Sampah bertema “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”.“Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujar Gubernur Pramono mengawali sambutannya.Ia menjelaskan, pemilihan koridor Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan bukan tanpa alasan. Pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said yang terbengkalai selama hampir 20 tahun menjadi simbol transformasi Jakarta menuju kota global yang terus berbenah.

“Di jalan ini dulu ada 109 tiang monorel. Monorel itu cukup mengganggu dan hampir 20 tahun tidak tersentuh. Alhamdulillah, berkat dukungan aparat penegak hukum, Pangdam, Kapolda, Kejaksaan, dan KPK, persoalan sengketa monorel terselesaikan. Sekarang kawasan ini dibangun menjadi ikon baru Jakarta,” terangnya.

Penataan kawasan Rasuna Said sejalan dengan perbaikan badan jalan dan saluran air, pembangunan halte, jalur sepeda, pembaruan penerangan jalan umum, serta pelebaran trotoar dengan konsep complete street yang ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Gubernur Pramono menargetkan penataan kawasan Rasuna Said rampung bulan depan.

“Saya sengaja mengundang ketika pengerjaan belum selesai. Sebab, kalau sudah selesai, semuanya pasti terlihat bagus. Tapi saya meyakini bulan depan wajah Jalan Rasuna Said akan jauh berbeda. Penataan ini juga terinspirasi dari sosok Hajjah Rangkayo Rasuna Said, tokoh asal Padang dan pahlawan nasional. Saya berharap jalan ini nantinya menjadi ikon baru Jakarta,” urainya.

Gubernur Pramono menambahkan, membangun Jakarta tidak bisa dilakukan sendirian. Penanganan sampah, misalnya, membutuhkan kolaborasi bersama warga. Melalui Deklarasi Gerakan Pilah Sampah, ia mengajak seluruh warga memilah sampah dari rumah untuk membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

“Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengapresiasi dan mendukung penuh Gerakan Pilah Sampah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dalam sambutannya, Menteri Jumhur menekankan pentingnya peran Jakarta sebagai percontohan bagi daerah lain dalam menangani persoalan sampah secara sistematis dan berkelanjutan.

“Sesuai arahan Presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah agar dalam dua tahun selesai di seluruh Indonesia. Jakarta mendahului langkah itu. Alhamdulillah, beberapa gagasan dan pemikiran dari Jakarta bisa kita adopsi dan disinkronkan,” jelasnya.

Menteri Jumhur menegaskan, gerakan ini tidak boleh hanya menjadi gerakan birokrasi atau pemerintah, melainkan harus menjadi gerakan seluruh warga.

“Kami berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi sekaligus gerakan nasional dalam memilah dan mengelola sampah. Sampah yang tadinya dianggap musuh harus berubah menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat,” paparnya.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga mendukung penuh Deklarasi Gerakan Pilah Sampah. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden yang memberi perhatian serius terhadap persoalan sampah, yang dinilai dapat menghambat cita-cita swasembada pangan, energi, dan hilirisasi.

“Saya senang sekali dan memberikan apresiasi tinggi karena gerakan pilah sampah ini dipelopori Gubernur Jakarta. Itu problem pokok kita, terutama sampah rumah tangga. Sampai 2029, pemilahan sampah di kantor harus selesai di kantor, di pasar selesai di pasar, di restoran selesai di restoran, di toko selesai di toko, dan di mal selesai di mal. Untuk masyarakat, kuncinya adalah memilah sampah,” jelas Menteri Zulkifli.

Ia menambahkan, pemerintah kini telah menetapkan tarif tunggal untuk percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna menyederhanakan birokrasi yang sebelumnya dinilai rumit bagi pengembang. Dalam roadmap yang dipaparkan, pemerintah menargetkan penanganan darurat sampah di 71 kota, termasuk Jakarta, melalui teknologi insinerator dan waste to energy.

“Tahun 2027 targetnya 50 persen. Pada Mei 2028, termasuk Bantar Gebang, insyaallah akan kita selesaikan,” tutupnya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto Jadikan Bogorun 2026 Momentum Memperkuat Budaya Hidup Sehat dan Semangat Persatuan Masyarakat Bogor

BABAKAN MADANG — Bupati Bogor Rudy Susmanto secara resmi melakukan flag off kegiatan Bogorun 2026 yang digelar di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada akhir pekan ini, minggu (11/5/26). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan diikuti ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.Bogorun 2026 menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam membangun semangat hidup sehat, mempererat persatuan, sekaligus menghadirkan energi positif bagi pembangunan Kabupaten Bogor. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari dengan semangat mengikuti rangkaian kegiatan olahraga dan kebersamaan di kawasan Sentul Babakan Madang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan Bogorun 2026.

“Terima kasih atas antusiasme masyarakat serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Semoga kebersamaan, persatuan, dan semangat hidup sehat ini dapat menjadi energi positif bagi pembangunan Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti Bogorun bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi, membangun semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong hadirnya kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara luas sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan penuh kebersamaan di Kabupaten Bogor. (AA)

 

 

 

(Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor)

Rudy Susmanto Sebut Bogorun 2026 Meriahkan HJB ke-544, Hadirkan Ruang Kebersamaan dan Dongkrak Ekonomi Daerah

BABAKAN MADANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), dan seluruh stakeholder terkait, kembali menyelenggarakan event Bogorun, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Event olahraga tahunan tersebut menjadi ajang kolaborasi berbagai elemen masyarakat sekaligus momentum untuk menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata daerah.

Usai kegiatan Konferensi Pers Bogorun 2026, di Babakan Madang, Jumat (8/5), Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, Bogorun 2026 bukan sekadar event lari pada HJB ke-544, melainkan ruang kebersamaan yang melibatkan berbagai komunitas olahraga, seni, budaya, hingga masyarakat umum.

“Bogorun merupakan salah satu agenda rutin tahunan yang telah kami sepakati sejak tahun lalu sebagai bagian dari rangkaian HJB ke-544. Melalui kegiatan ini kami ingin mengkolaborasikan seluruh potensi yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, kegiatan tersebut melibatkan berbagai organisasi olahraga seperti KORMI, KONI, hingga NPCI. Bahkan, atraksi paramotor juga turut memeriahkan suasana Bogorun 2026.

“Bogorun bukan hanya untuk para atlet dan pelari, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, pecinta olahraga, hingga warga yang ingin menikmati akhir pekan bersama keluarga,” katanya.

Rudy mengungkapkan, Bogorun 2026 diikuti sekitar 4.100 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 pelari mancanegara dari 12 negara turut ambil bagian dalam event tersebut.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat, karena Bogorun tahun ini mampu menarik peserta dari berbagai negara,” ungkapnya.

Tidak hanya menghadirkan olahraga, Bogorun 2026 juga diramaikan dengan berbagai hiburan dan kuliner khas daerah. Di area finish, panitia menyiapkan kuliner gratis bagi peserta dan masyarakat yang hadir, termasuk durian yang tengah memasuki musim panen. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati berbagai pentas seni dan budaya yang menghadirkan para seniman lokal untuk menambah kemeriahan acara.

Rudy menegaskan, setiap kegiatan yang digelar Pemkab Bogor selalu mempertimbangkan dampak ekonominya bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah hingga mancanegara diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Peserta yang datang dari luar daerah tentu akan menginap, berbelanja, dan beraktivitas di Kabupaten Bogor. Ini akan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, UMKM, hingga pariwisata lokal,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, Rike Iskandar menjelaskan, Bogorun 2026 diselenggarakan di Taman Budaya Sentul, Babakan Madang pada 10 Mei 2026, Bogorun menghadirkan tiga kategori lomba, yakni 5 kilometer (Kuta), 10 kilometer (Udaya), dan Half Marathon 21 kilometer (Wangsa).

“Seluruh rute telah tersertifikasi resmi, menjadikan Bogorun sebagai salah satu event lari dengan standar profesional,” jelas Rike.

Rike menambahkan, Karakter lintasan yang menantang dengan elevasi tinggi juga menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, rute Bogorun disebut sebagai salah satu lintasan lari paling menantang di Pulau Jawa. Kondisi ini menjadikan Bogorun bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga pengalaman olahraga yang khas bagi para pelari.(AA)

 

 

 

(Sumber DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)

Antusiasme Meningkat, Per 8 Mei 2026 Sebanyak 662 Karya Masuk AJMHT 2026, Bank Jakarta Jadi Sorotan

JAKARTA–Antusiasme peserta Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (AJMHT) ke-52 tahun 2026 terus menunjukkan tren peningkatan. Dalam rapat persiapan yang digelar di Markas PWI Jaya, Jumat (8/5/2026), panitia mencatat adanya pertambahan signifikan jumlah karya yang masuk dari berbagai kategori lomba.

Per 8 Mei 2026, total tercatat sebanyak 662 karya/link peserta telah diterima panitia. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga penutupan pengumpulan materi.

Momentum ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa perhatian insan pers terhadap isu pembangunan Jakarta semakin kuat, termasuk pada kategori khusus Literasi Bank Jakarta yang tahun ini menjadi salah satu fokus utama kompetisi.

Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, mengatakan meningkatnya jumlah karya menunjukkan bahwa jurnalis memiliki kepedulian besar terhadap masa depan Jakarta dan dinamika pembangunan kota.

“Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang untuk menghadirkan karya jurnalistik yang mampu merekam perubahan sosial, ekonomi, dan budaya Jakarta secara kritis dan konstruktif,” ujar Kesit dalam rapat persiapan di Markas PWI Jaya.

Sementara itu, Ketua AJMHT 2026 Arman Suparman menegaskan bahwa kategori khusus Literasi Bank Jakarta menjadi salah satu bagian penting dalam kompetisi tahun ini karena memiliki relevansi kuat dengan transformasi Jakarta menuju kota global.

“Bank Jakarta tidak hanya hadir sebagai institusi keuangan, tetapi juga bagian dari penguatan ekosistem ekonomi masyarakat. Perannya dalam mendukung UMKM, memperluas digitalisasi layanan, hingga mendorong literasi keuangan masyarakat menjadi isu yang penting untuk diangkat media,” kata Arman Suparman.

Menurutnya, antusiasme peserta yang terus bertambah menunjukkan bahwa insan pers melihat AJMHT sebagai ruang strategis untuk menghadirkan karya yang berkualitas sekaligus berdampak sosial.

Adapun rincian karya yang masuk per 8 Mei 2026 meliputi:

Infografis: 40 link

Radio: 1 link

Tajuk Rencana: 20 link

Foto: 250 link

Teks: 182 karya

TV Streaming: 61 link

TV Terestrial: 106 link

Kategori “500 Tahun”: 2 link

Kategori foto menjadi yang paling mendominasi, disusul karya teks dan televisi terestrial.

Arman Suparman menambahkan, AJMHT tahun ini diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang bukan hanya informatif, tetapi juga mampu memperkuat optimisme publik terhadap masa depan Jakarta.

“Kami ingin karya-karya yang lahir dari AJMHT mampu menjadi dokumentasi penting perjalanan Jakarta menuju lima abad, termasuk bagaimana sektor perbankan daerah seperti Bank Jakarta ikut berkontribusi dalam pembangunan kota,” ujarnya.

AJMHT ke-52 tahun 2026 mengusung tema besar “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dan menjadi bagian dari refleksi perjalanan panjang Jakarta sebagai kota global dan berbudaya. Kompetisi ini mendorong lahirnya karya jurnalistik yang independen, tajam, dan berpihak pada kepentingan publik.