Kamis, November 5, 2026
Beranda blog Halaman 5

Coaching Clinic KI DKI Jakarta Perkuat Kesiapan Badan Publik Menuju E-Monev 2026

Jakarta — Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat kesiapan badan publik menghadapi E-Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 melalui kegiatan Coaching Clinic yang digelar sejak 13 Agustus 2026.

Kegiatan ini ditujukan bagi badan publik dengan predikat Cukup Informatif, Kurang Informatif, dan Tidak Informatif berdasarkan hasil E-Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.

Coaching Clinic merupakan tindak lanjut Keputusan Ketua KI DKI Jakarta Nomor 001/KEP/KIDKI/XII/2025 tentang Hasil Penilaian E-Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025.

Ketua Bidang Kelembagaan KI DKI Jakarta, Aang Muhdi Gozali, mengatakan pendampingan tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen, tetapi juga mendorong perbaikan tata kelola keterbukaan informasi di badan publik.

“Coaching Clinic menjadi ruang bagi badan publik untuk mengidentifikasi kekurangan dan memperkuat kesiapan menghadapi E-Monev 2026,” kata Aang, Rabu (19/8/2026).

Menurut Aang, pendampingan tersebut bukan sekadar memastikan kelengkapan dokumen, tetapi juga mendorong badan publik menindaklanjuti rekomendasi dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan menuju E-Monev 2026.

Pendampingan yang dilakukan tenaga ahli KI DKI Jakarta mencakup enam indikator utama E-Monev, yaitu kualitas informasi, sarana dan prasarana, jenis informasi, pelayanan informasi, komitmen organisasi, dan digitalisasi.

Sejak 13 Agustus 2026, KI DKI Jakarta telah mendampingi 12 badan publik hingga Rabu (19/8/2026), pendampingan dilanjutkan kepada Kelurahan Gandaria Selatan, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, dan Kelurahan Galur.

Melalui Coaching Clinic, KI DKI Jakarta mendorong badan publik tidak sekadar memenuhi aspek administratif penilaian, tetapi membangun sistem keterbukaan informasi yang berkualitas, responsif, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Jamuan Rakyat di Cakung Hadirkan Sembako, Makanan hingga Layanan Kesehatan Gratis

JAKARTA TIMUR, Sekitar 3.000 warga dari empat kelurahan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mengikuti kegiatan Jamuan Rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Terbuka Diponegoro, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Selasa (18/8/2026), tersebut mendapat apresiasi dari Camat Cakung, Rohmad.

Menurut Rohmad, Jamuan Rakyat menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat sekaligus momentum untuk mempererat kebersamaan dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai aktivitas dan layanan bagi masyarakat, mulai dari perlombaan, pembagian sembako, makanan gratis, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah menyelenggarakan dan menginisiasi kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar. Saya yakin warga juga sangat berterima kasih karena ada sembako gratis dan makanan gratis yang disiapkan untuk warga, khususnya di Kecamatan Cakung,” ujar Rohmad.

Tingginya antusiasme masyarakat yang hadir membuat Rohmad mengimbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga ketertiban, terutama saat pembagian sembako dan makanan. Kondisi cuaca yang cukup panas serta jumlah peserta yang mencapai ribuan orang dinilai perlu menjadi perhatian agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Kecamatan Cakung juga menyiapkan petugas untuk memberikan pelayanan khusus kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

“Apabila kami menemukan lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas, akan kami tangani dan berikan pelayanan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Selain ketertiban, Rohmad mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, banyaknya warga yang berkumpul berpotensi meningkatkan volume sampah, khususnya dari sisa konsumsi makanan.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah. Jamuan Rakyat, kata Rohmad, dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar masyarakat terbiasa memilah dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kami mengharapkan warga tetap menjaga kebersihan. Ini juga menjadi momen yang baik untuk mengedukasi warga agar tetap mengendalikan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Rohmad juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Kecamatan Cakung, menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga dengan melakukan berbagai kegiatan positif, berkarya, dan berinovasi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini menjadi momentum untuk membawa warga, terutama para pemuda, agar lebih mencintai NKRI dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan inovasi terbaik untuk dirinya dan masyarakat di Cakung,” pungkas Rohmad.

81 Tahun Indonesia Merdeka, BEM PTNU Se-Nusantara Soroti PR Besar Pemerintah Ke Depan

Jakarta, Memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi dan evaluasi terhadap berbagai persoalan kebangsaan.
Presidium Nasional PTNU Se-Nusantara Saudara Achmad Baha’ur Rifqi menilai bahwa setelah 81 tahun Indonesia merdeka, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan pemerintah. Kemerdekaan harus dimaknai sebagai komitmen negara untuk menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan, kepastian hukum, pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan, serta kesempatan ekonomi yang merata bagi seluruh rakyat.
“Kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara, pengibaran bendera dan slogan kebangsaan. Ukuran kemerdekaan harus terlihat dari sejauh mana rakyat merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Baha’ur Rifqi.

Menurut Baha’ panggilan akrabnya, pemerintah ke depan setidaknya menghadapi sejumlah agenda strategis yang membutuhkan keberanian politik dan konsistensi kebijakan.

Pertama, pemberantasan korupsi dan pembenahan tata kelola pemerintahan.
Berbagai kasus korupsi yang terus muncul menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan setelah kejahatan terjadi. Pemerintah perlu memperkuat sistem pencegahan, transparansi anggaran, digitalisasi pengadaan, pengawasan publik serta memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu.
“Negara tidak boleh hanya sibuk mencari koruptor setelah uang rakyat hilang. Sistemnya harus dibangun agar ruang untuk korupsi semakin sempit,” ujar Baha’.

Kedua, evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BEM PTNU Se-Nusantara mengapresiasi semangat pemerintah membangun kualitas sumber daya manusia melalui program MBG. Namun, berbagai persoalan yang muncul di lapangan harus menjadi bahan evaluasi serius.
Persoalan keamanan pangan, kualitas distribusi, standar dapur, pengawasan, transparansi anggaran hingga dugaan penyimpangan tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil.
BEM PTNU menegaskan bahwa yang harus diselamatkan adalah tujuan programnya, bukan sekadar mempertahankan mekanismenya.
“MBG adalah program strategis untuk masa depan generasi Indonesia. Karena itu, pemerintah harus berani mengevaluasi sistemnya secara menyeluruh. Jangan sampai program yang memiliki tujuan mulia justru kehilangan kepercayaan masyarakat akibat lemahnya tata kelola,” lanjutnya.

Ketiga, memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan rakyat.
Pemerintah memiliki agenda besar terkait hilirisasi, industrialisasi dan penguatan ekonomi nasional. Namun, Baha’ mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi peningkatan daya beli, penciptaan lapangan pekerjaan berkualitas, penguatan UMKM serta pemerataan kesejahteraan.
Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan pertumbuhan angka makro, sementara masyarakat masih menghadapi mahalnya kebutuhan hidup dan sulitnya memperoleh pekerjaan layak.

Keempat, memperbaiki kualitas pendidikan nasional.
Sebagai organisasi mahasiswa, BEM PTNU menempatkan pendidikan sebagai salah satu agenda utama bangsa.
Persoalan kualitas pendidikan, kesenjangan fasilitas, kesejahteraan tenaga pendidik, biaya pendidikan, akses pendidikan tinggi serta berbagai praktik penyalahgunaan kewenangan di lingkungan pendidikan harus mendapatkan perhatian serius.
Pemerintah harus memastikan pendidikan menjadi ruang mencetak manusia yang berilmu, berkarakter, kritis dan berdaya saing, bukan sekadar mengejar angka partisipasi pendidikan.

Kelima, memperkuat reformasi pelayanan kesehatan.
Kesehatan merupakan hak dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah harus memastikan akses pelayanan kesehatan yang adil, terjangkau dan berkualitas.
Kesenjangan fasilitas kesehatan antara pusat dan daerah, distribusi tenaga kesehatan, persoalan layanan BPJS serta akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan harus menjadi agenda prioritas pemerintah.

Keenam, memperkuat perlindungan lingkungan dan sumber daya alam.
Baha’ juga menyoroti persoalan kerusakan lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, pencemaran, konflik agraria serta eksploitasi sumber daya alam.
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan keselamatan ekologis.
“Indonesia tidak boleh kaya hari ini tetapi miskin untuk generasi berikutnya. Sumber daya alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sebagaimana amanat konstitusi,” tegasnya.

Ketujuh, menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan.
BEM PTNU meminta pemerintah memastikan seluruh aparat penegak hukum bekerja secara profesional, transparan dan akuntabel.
Hukum tidak boleh dipengaruhi kepentingan politik, ekonomi maupun kekuasaan.
Kepercayaan publik terhadap negara akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah memastikan bahwa hukum benar-benar berdiri di atas kepentingan rakyat dan konstitusi.
Pemuda Harus Menjadi Subjek Pembangunan Selain berbagai agenda tersebut, Baha’ menilai pemerintah perlu memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan nasional.
Pemuda dan mahasiswa tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan atau kelompok yang hadir ketika negara membutuhkan dukungan.
Sebaliknya, anak muda harus diberikan ruang untuk berkontribusi dalam politik, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, riset, teknologi dan pembangunan sosial.
“Indonesia 2045 tidak boleh hanya menjadi slogan. Untuk menuju Indonesia Emas, pemerintah hari ini harus berani memberikan ruang kepada generasi muda untuk memimpin, berinovasi dan mengambil bagian dalam menentukan masa depan bangsa,” ungkap Baha’. Merdeka Berarti Berani Mengevaluasi
BEM PTNU Se-Nusantara menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah bukan bentuk kebencian kepada negara. Kritik merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa sebagai kekuatan intelektual dan kontrol sosial.

Dalam momentum 81 tahun kemerdekaan, Presidium Nasional PTNU Saudara Achmad Baha’ur Rifqi mengajak pemerintah, mahasiswa, pesantren, organisasi masyarakat, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Indonesia melalui kolaborasi yang kritis dan konstruktif.
“Kami ingin pemerintah kuat, tetapi kekuatan pemerintah harus berjalan bersama kontrol publik. Kami ingin pembangunan cepat, tetapi pembangunan harus tetap berpihak kepada rakyat. Kami ingin Indonesia maju, tetapi kemajuan tidak boleh meninggalkan keadilan sosial,” tutup Baha’.
BEM PTNU Se-Nusantara percaya bahwa kemerdekaan bukanlah titik akhir perjuangan. Kemerdekaan adalah mandat untuk terus memperbaiki Indonesia.
Merdeka rakyatnya.
Merdeka pikirannya.
Merdeka ekonominya.
Merdeka hukumnya.
Dan merdeka dari korupsi, ketimpangan serta ketidakadilan.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. (AGUNG)

Hadiri Maulid Nabi 1447 H, Munjirin Ingatkan Warga Waspadai Potensi Kebakaran

Jakarta Timur, 15 Agustus 2026 — Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Musala Assaadah, Jalan SMA 14, RT 002/RW 04, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026).Kegiatan yang diinisiasi Majelis Taklim Assaadah tersebut digelar dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Munjirin hadir didampingi Camat Kramat Jati Kamal Alatas.

Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Munjirin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan lingkungan agar tetap kondusif. Ia juga mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana, terutama kebakaran di tengah kondisi cuaca panas.

Munjirin meminta masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana, antara lain dengan menjaga lingkungan, mewaspadai berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran, serta menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah.

Selain itu, Munjirin mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui gerakan memilah sampah dari sumbernya. Menurutnya, kebiasaan tersebut merupakan bagian penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan dan lingkungan.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan Jakarta yang aman, nyaman, bersih, dan berkelanjutan.

“Melalui kepedulian dan kolaborasi bersama, kita dapat menjaga lingkungan tetap aman, nyaman, dan bersih, sekaligus mendukung program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Munjirin.

Munjirin berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan meningkatkan ketakwaan masyarakat.

“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW hendaknya terus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun kepedulian dan kebersamaan di lingkungan masyarakat,” tuturnya.

SAPMA PP Deli Serdang Tolak Geng Motor Anarkis, Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas

0

DELI SERDANG, –  Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Deli Serdang menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk aksi geng motor yang bersifat anarkis dan berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua SAPMA PP Deli Serdang, Bima Ade Permana Siregar, yang sekaligus mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya, khususnya kalangan generasi muda dan para remaja, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Menurut Bima, persoalan keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dan para remaja, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. SAPMA PP Deli Serdang menolak segala bentuk kegiatan geng motor yang bersifat anarkis dan meresahkan masyarakat,” tegas Bima. 08/Agustus/2026 saat di konfirmasi wartawan media ini.

Ia menilai, energi dan kreativitas generasi muda seharusnya diarahkan kepada kegiatan yang positif, produktif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bima juga menegaskan bahwa komunitas motor tidak identik dengan tindakan anarkis. Menurutnya, komunitas motor maupun organisasi kepemudaan dapat menjadi wadah yang positif untuk mempererat tali silaturahmi, menyalurkan hobi, membangun kebersamaan, hingga melaksanakan berbagai kegiatan sosial.

“Komunitas motor dan organisasi kepemudaan harus menjadi wadah untuk berkarya dan melakukan kegiatan positif. Hobi bisa disalurkan dengan cara yang baik, tertib dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda di Kabupaten Deli Serdang tidak mudah terprovokasi maupun terjerumus dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Untuk itu, SAPMA PP Deli Serdang mengajak seluruh pemuda agar mengambil peran sebagai pelopor keamanan, ketertiban dan kegiatan positif di tengah masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menciptakan Deli Serdang yang aman, tertib dan kondusif. Jadikan generasi muda sebagai pelopor kegiatan positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Bima.

SAPMA PP Deli Serdang juga menyerukan semangat kebersamaan kepada seluruh organisasi kepemudaan dan komunitas motor untuk terus membangun persaudaraan serta berkontribusi dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman. *(Tim)*

Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas Kontingen Kebudayaan Kabupaten Bogor, Bawa Nama Indonesia ke Hungaria dan Serbia

Cibinong – Bupati Bogor Rudy Susmanto melepas kontingen kebudayaan Kabupaten Bogor yang akan membawa nama Indonesia dalam Summerfest XXIII International Folklore Festival and Folk Art Fair di Hungaria serta 25th Interetno Festival di Subotica, Serbia, di Pendopo Bupati, pada Rabu (12/8/26).

Pelepasan tersebut menjadi momentum untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para generasi muda Kabupaten Bogor agar tampil maksimal sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia di tingkat internasional.

Rudy Susmanto mengatakan, para peserta yang diberangkatkan bukan hanya membawa nama pribadi maupun keluarga, tetapi juga menjadi representasi Kabupaten Bogor dan Indonesia di kancah internasional.

“Ketika berangkat nanti, kalian bukan lagi membawa nama diri sendiri atau keluarga. Kalian adalah wakil Kabupaten Bogor. Nilai-nilai Kabupaten Bogor ada di pundak kalian,” ujar Rudy.

Ia berpesan agar seluruh peserta menunjukkan karakter generasi muda Indonesia yang ramah, disiplin, penuh tata krama, serta memiliki karya dan prestasi.

“Tunjukkan bahwa anak-anak Bogor memiliki karya, bakat, dan prestasi yang luar biasa. Bukan hanya membawa nama Kabupaten Bogor, tetapi juga membawa nama Indonesia,” katanya.

Rudy juga meminta seluruh peserta menjaga kesehatan, kedisiplinan dan kekompakan selama mengikuti rangkaian festival.

Menurutnya, kesempatan tampil di luar negeri merupakan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal bagi para generasi muda untuk berkembang dan berkarya lebih jauh.(AA)

 

 

 

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor

Jembatan Cibarengkok Klapanunggal Jadi Bagian dari 3.395 Jembatan yang Diresmikan Presiden Prabowo

KLAPANUNGGAL – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan yang dibangun TNI dan Polri serta 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI Angkatan Darat. Salah satu jembatan yang menjadi bagian dari pembangunan tersebut berada di Kabupaten Bogor, yakni Jembatan Cibarengkok di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kamis (13/08).

Peresmian tersebut menjadi momentum untuk menegaskan komitmen TNI dan Polri dalam menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk melalui pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang telah menjalankan berbagai misi pengabdian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Atas nama pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia, dan atas nama pribadi, saya ingin menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Kepala Staf Angkatan Darat dan kepada Kapolri, juga kepada seluruh jajaran pimpinan TNI Angkatan Darat dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta seluruh anggota TNI dan Polri,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih tersebut menjadi bukti nyata bahwa TNI dan Polri merupakan bagian dari rakyat serta hadir untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Pembangunan infrastruktur dasar memiliki arti penting karena dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses

“Negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” tegasnya.

Peresmian 3.395 jembatan TNI dan Polri serta 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Bogor melalui Jembatan Cibarengkok di Desa Klapanunggal.

 

 

 

 

Sumber : DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR

Rudy Susmanto Sampaikan Terima Kasih Ke Presiden Prabowo Atas Pembangunan Infrastruktur Dasar Bagi Masyarakat

KLAPANUNGGAL – Bupati Bogor, Rudy Susmanto sampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang sudah meresmikan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan jajaran TNI dan Polri. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Rudy Susmanto saat mengikuti peresmian Jembatan TNI-Polri dan Sumber Air Bersih oleh Presiden Prabowo secara virtual, di Jembatan Merah Putih Presisi, di wilayah perbatasan Klapanunggal dan Cikahuripan, Kamis (13/8).

Rudy mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut menunjukkan bahwa seluruh tingkatan pemerintahan bersama unsur TNI dan Polri dapat bergerak secara bersama-sama untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Inilah kolaborasi bersama-sama dalam membangun bangsa. Ini menjadi fakta yang kita lihat bersama, bahwa pemerintah pusat, TNI, Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa, semuanya bergerak dan bekerja bersama,” ujar Rudy.

Menurutnya, sejumlah pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor telah dikerjakan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, terdapat pembangunan yang telah dimulai sejak 2025.

Rudy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak menjadikan seremoni peresmian sebagai prioritas utama. Hal yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan pembangunan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

“Untuk beberapa titik lokasi yang ada di Kabupaten Bogor, pengerjaannya sudah dilakukan selama beberapa bulan, bahkan ada yang sudah dikerjakan sejak tahun 2025,” terang Rudy

Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi TNI dan Polri yang telah bahu-membahu bersama pemerintah dalam membangun berbagai infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

 

Sumber : DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR

Kelompok Motor Insieme Bagi-Bagi Bendera Merah Putih Jelang HUT RI ke-81

0

MEDAN-,Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kelompok motor Insieme menggelar aksi pembagian bendera Merah Putih kepada para pengendara sepeda motor di Kota Medan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Atilla selaku Ketua Kelompok Motor Insieme bersama para anggota. Mereka membagikan bendera Merah Putih kepada pengendara yang melintas sekaligus memasangkannya langsung pada spion kendaraan.

Aksi tersebut dilaksanakan pada hari Selasa 11 Agustus 2026 di kawasan Jalan Putri Hijau, tepatnya di sekitar Simpang JW Marriot dan Podomoro.

Atilla mengatakan, kegiatan pembagian bendera tersebut merupakan bentuk kepedulian kelompok motor Insieme dalam menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat nasionalisme.

“Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, untuk ikut memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bendera Merah Putih ini merupakan simbol kebanggaan dan kecintaan kita kepada Tanah Air,” ujar Atilla.

Menurutnya, pemasangan bendera secara langsung pada spion kendaraan diharapkan dapat membuat suasana peringatan kemerdekaan semakin terasa di tengah masyarakat.

“Meski sederhana, kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan semangat kebersamaan. Kami ingin semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para pengendara yang menerima bendera. Selain membagikan bendera, anggota kelompok motor Insieme juga membantu memasangkannya pada spion sepeda motor sehingga para pengendara dapat langsung menggunakannya.

Melalui aksi tersebut, kelompok motor Insieme berharap semakin banyak masyarakat yang ikut mengibarkan Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. (Tim)

Virall Mahasiswa USU Ahli Gizi dan Ahli Pengobatan Gratis Sedunia

JAKARTA,  Sebuah tonggak penting dalam pengembangan literasi akademik dan inovasi berbasis pengalaman empiris tercatat di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), pada Sabtu lalu dengan diadakannya Seminar dan Talkshow Peluncuran serta Bedah Buku Skala Internasional bertajuk “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.

Muhammad Ja’far Hasibuan menyampaikan kepada awak media pada Senin (10-08-2026) terkait agenda acara yang dilaksanakan beberapa hari lalu tersebut

“Kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara,Perpurnas,IKAPI,Kemenpora RI tersebut diikuti sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring. Acara mendapat dukungan resmi dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI. Pada Launching dan Bedah Buku saya (Muhammad Ja’far Hasibuan), yang seorang berlatarbelakang mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) dengan NIM 257032012, diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri,” ungkapnya

“Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” tambah Ja’far

Dalam buku tersebut, Ja’far mengangkat perjalanan hidupnya sebagai anak yatim yang berasal dari desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Ia merantau hanya dengan bekal Rp70.000 dan membiayai pendidikan melalui usaha berjualan roti sambil menempuh kuliah.

Berbagai keterbatasan akses informasi, sumber daya, dan tantangan sosial-ekonomi justru menjadi pijakan dalam melakukan riset lapangan, pengujian laboratorium, uji coba di masyarakat, hingga melahirkan inovasi Biofar SS, yang formulanya tetap dirahasiakan dia bahkan sudah bahak menyembuhkan orang secara gratis dia ahli gizi dan ahli pengobatan gratis sudah ditekuni puluhan tahun.

Menurut Ja’far, kepercayaan negara melalui Program Beasiswa Kapolri menjadi amanah yang mendorongnya untuk mengembangkan penelitian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses oleh masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan. Dukungan pimpinan institusi dan para dosen menjadi landasan metodologis dan etis dalam setiap proses penelitian,” ujarnya.

Keunggulan utama buku setebal lebih dari 400 halaman ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pengalaman hidup penulis dengan berbagai teori ilmiah yang diakui secara internasional. Penyusunannya didukung lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin sehingga tidak hanya menjadi buku motivasi, tetapi juga referensi akademik.

“Kerangka teorinya mencakup teori tingkat tinggi (grand range theories) seperti Teori Modal Sosial dan Kapabilitas Manusia, Teori Aksi Terencana, hingga Teori Keadilan Kesehatan dan Determinan Sosial Kesehatan,” ulasnya

Pada tingkat teori menengah (mid-range theories), buku ini mengulas Psikologi Perkembangan, Teori Sistem Ekologi, Post-Traumatic Growth, Resiliensi (Ordinary Magic), Growth Mindset, hingga Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR).

Sementara pada aspek manajemen diterapkan Prinsip Pareto 80/20, Matriks Eisenhower, serta metode RACI dan Work Breakdown Structure (WBS) untuk menjelaskan proses pengembangan inovasi secara sistematis.

Melalui pendekatan tersebut, perjalanan hidup penulis dianalisis secara ilmiah sebagai contoh bagaimana keterbatasan dapat diubah menjadi modal pembangunan karakter, inovasi, dan kontribusi sosial.

Acara dibuka Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang diwakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sambutan Kapolri dibacakan oleh Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa karya Muhammad Ja’far Hasibuan membuktikan potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, ketekunan, serta kepedulian sosial.

Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik tinggi karena berhasil menghubungkan pengalaman hidup autentik dengan teori-teori mutakhir yang relevan dalam bidang kesehatan masyarakat, inovasi, dan kepemimpinan.

Ia bahkan menyebut karya tersebut telah menjadi bahan diskusi di kalangan profesor serta membuka peluang dan merekomendasikan bagi Muhammad Ja’far Hasibuan untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di Harvard University.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, menjelaskan bahwa kisah hidup Ja’far dapat dipahami melalui perspektif psikologi perkembangan, resiliensi, dan aktualisasi diri. Menurutnya, kemiskinan, kehilangan ayah, hingga pengalaman berjualan roti bukan sekadar kesulitan hidup, tetapi menjadi proses pembentukan karakter dan ketangguhan.

Guru Besar FKM USU, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., menyebut karya tersebut sebagai kebanggaan keluarga, almamater, sekaligus bangsa karena menunjukkan bahwa kerja keras, integritas, dan doa mampu melahirkan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.

Apresiasi juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui perwakilan resminya, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., yang menetapkan Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.

Selain itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku tersebut sebagai salah satu koleksi referensi nasional. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku, dan penandatanganan dokumen referensi.

Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan pengalaman empiris dengan teori ilmiah, buku “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Muhammad Ja’far Hasibuan adalah penerima Beasiswa Kapolri yang tak henti bersyukur. Ia mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Ayahanda Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang telah mempercayainya mengenyam pendidikan di Universitas Sumatera Utara. Kepercayaan besar yang diberikan negara ini tidak pernah ia sia-siakan. Segala ilmu yang dipelajari kini ia wujudkan dalam karya dan inovasi, guna dibagikan dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat banyak tersebut.