Kamis, November 5, 2026
Beranda blog Halaman 15

Dana Umat di BNI Belum Kembali, Paroki Aek Nabara Tunggu Kepastian Hukum

0

LABUHANBATU – Umat Paroki Aek Nabara masih menunggu kepastian terkait pengembalian dana milik gereja yang diduga hilang akibat kasus investasi bermasalah. Hingga kini, dari total sekitar Rp28 miliar, baru sekitar Rp7 miliar yang berhasil dikembalikan.

Kasus ini turut menyeret nama mantan pejabat Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Kas Aek Nabara, Andi Hakim, yang diduga menawarkan skema deposito tidak resmi dengan iming-iming bunga tinggi.

Bagi umat, dana tersebut bukan sekadar angka besar. Dana itu merupakan hasil simpanan bersama dalam Credit Union Paroki Aek Nabara yang selama ini menjadi penopang kebutuhan hidup, mulai dari biaya pendidikan hingga modal usaha kecil.

“Kami hanya ingin kejelasan. Dana itu sangat berarti bagi kehidupan kami sehari-hari,” ujar salah satu umat yang enggan disebutkan namanya.

Frater Paroki Rantau Prapat, Fritz Prasetyo, menilai kasus ini perlu dibuka secara transparan. Ia menduga tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam proses tersebut.

“Ada indikasi yang perlu didalami lebih lanjut. Kami berharap proses hukum berjalan terbuka dan adil,” katanya usai jumpa pers, Jumat (10/4).

Di sisi lain, muncul informasi bahwa ada permintaan agar kasus ini tidak disebarluaskan di media sosial. Namun, sejumlah pihak menilai keterbukaan justru penting untuk memastikan penanganan berjalan objektif.

Desakan penanganan serius juga datang dari praktisi hukum Azas Tigor yang meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas.

“Kasus ini sudah cukup terang untuk ditindaklanjuti. Penegakan hukum harus berjalan agar ada kepastian bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong keterlibatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menelusuri kemungkinan pelanggaran di sektor perbankan.

Hingga saat ini, umat Paroki Aek Nabara masih berharap dana yang menjadi tumpuan hidup mereka dapat kembali sepenuhnya. Lebih dari itu, mereka menantikan pemulihan kepercayaan yang sempat terguncang akibat kasus tersebut.(Albert)

Romo Yos Bintoro Serahkan Buku, KSAD Dukung Pelayanan Keuskupan TNI-Polri

Jakarta – Wakil Uskup untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri, Romo Yos Bintoro, melakukan audiensi dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, pada Kamis (9/4/2026) di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Romo Yos Bintoro menyerahkan buku berjudul Karya Pelayanan Keuskupan Umat Katolik TNI dan Polri sebagai wujud dokumentasi sekaligus refleksi atas perjalanan pelayanan rohani bagi umat Katolik di lingkungan prajurit TNI dan anggota Polri.

Ia berharap, buku tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus pijakan untuk memperkuat pelayanan ke depan.

“Semoga menjadi tonggak pelayanan umat Katolik TNI dan Polri yang semakin menancap dan membumi di Indonesia,” ujar Romo Yos Bintoro, Pr.

Audiensi ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antara pembinaan rohani dengan institusi militer, guna mendukung pembentukan karakter prajurit yang berintegritas, beriman, dan berjiwa kebangsaan.(san)

Terhimpit Retail Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), H. Pence Harahap menegaskan pihaknya terus mendorong moratorium  izin usaha retail modern di Indonesia. “Saat ini jumlahnya diperkirakan telah mencapai lebih dari 40 ribu unit di seluruh tanah air dan kian menggeser eksistensi pasar tradisional,” katanya, Jumat (10/4/2026).

Wakil Ketua Umum APKLI, Pence Harahap (kiri) dan Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, M.Si, membahas penataan dan pemberdayaan pedagang tradisional dan kaki lima yang terdampak keberadaan retail modern serta e-commerce, Senin (6/4).

Guna mempercepat keinginan tersebut, katanya, APKLI telah melakukan audiensi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoto pada Senin 6 April 2026 di kantor Kementerian Perdagangan RI sebagai tindak lanjut dari audiensi sebelumnya dengan Menteri Desa & Pembangunan Daerah Tertinggal pada 5 Maret 2026.

Pence menjelaskan, dalam pertemuan tersebut pihaknya kembali menegaskan pentingnya moratorium izin usaha retail modern di Indonesia lantaran kehadirannya membuat pasar dan pedagang tradisional semakin terpinggirkan

Menurut Pence, berdasarkan kajian APKLI ekspansi retail modern sangat berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pedagang kaki lima dan pasar tradisional.

“Sekitar 2,2 juta pedagang kecil diperkirakan telah menghentikan usahanya akibat tekanan tersebut. Bahkan, jika tidak dilakukan langkah pengendalian sekitar 60 juta pelaku usaha kecil berpotensi mengalami hal serupa, yakni akan gulung tikar,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan menjelaskan bahwa kewenangan pemberian izin usaha retail modern berada di tingkat pemerintah daerah, yakni wali kota dan bupati, sesuai dengan prinsip otonomi daerah.

Oleh karena itu, APKLI disarankan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia serta Asosiasi Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih.

Ia menyatakan dukungannya terhadap skema kolaborasi antara koperasi dan pedagang di tingkat desa dan kelurahan. Koperasi diharapkan dapat berperan sebagai sub-grosir yang mendukung distribusi barang bagi pedagang kecil di sekitarnya.

Selain itu, katanya, terkait dampak pesatnya perkembangan E-commerce terhadap penurunan pendapatan pedagang tradisional, pemerintah berkomitmen untuk menyusun regulasi yang adil dan terbuka. Regulasi tersebut diharapkan dapat menciptakan kesetaraan antara pelaku usaha daring (online) dan luring (offline).

Pertemuan ini juga dihadiri  oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal, sedangkan rombongan APKLI turut mendampingi  Sekretaris Jenderal, Pembina Dr. Kamaruzzaman, Bendahara Umum H. Irfan Yanuar, serta jajaran pengurus lainnya.

Sebagai tindak lanjut, katanya, APKLI berencana melakukan audiensi dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Koperasi  Republik Indonesia dalam waktu dekat. Langkah ini bertujuan untuk membahas strategi komprehensif dalam penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di seluruh Indonesia.

APKLI menegaskan bahwa pedagang kaki lima merupakan tulang punggung ekonomi rakyat yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.(san)

 

Parama Hansa Abhipraya Raih Rekor MURI, Anak 7 Tahun dengan Prestasi Multidisiplin Terbanyak

Jakarta, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak bangsa. Parama Hansa Abhipraya, yang akrab disapa Rama, resmi meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori “Anak Usia Dini dengan Prestasi Lintas Disiplin Terbanyak”.

Di usia 7 tahun, Rama berhasil mencatatkan pencapaian gemilang di empat bidang sekaligus: seni, matematika, olahraga, serta literasi dan budaya. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, bersama Direktur Utama MURI, Aylawati Sarwono (8/4/2026).

Rama, bocah kelahiran Bojonegoro, telah menunjukkan bakat luar biasa sejak usia tiga tahun. Dalam kurun waktu empat tahun, ia mengukir prestasi superlatif di berbagai bidang. Di ranah akademik, Rama berhasil menjuarai sejumlah olimpiade matematika tingkat nasional hingga internasional. Ketekunan dan kecerdasannya menjadikannya salah satu talenta muda yang diperhitungkan di bidang sains dan logika.

Tak hanya unggul secara akademis, Rama juga mencuri perhatian di bidang seni. Ia menunjukkan kemampuan bermain piano dengan torehan prestasi di berbagai kompetisi nasional dan internasional. Sentuhan musikalitasnya menjadi bukti bahwa kecerdasan intelektual dapat berjalan beriringan dengan kecerdasan artistik.

Sementara itu, di bidang olahraga, Rama menorehkan prestasi dalam permainan catur tingkat nasional. Kemampuan berpikir strategisnya di atas papan catur semakin mengukuhkan keunggulannya dalam aspek kognitif dan motorik.

Lebih istimewa lagi, dalam bidang literasi dan budaya, Rama telah menulis buku serta menunjukkan kepiawaian sebagai dalang wayang. Perpaduan antara kemampuan literasi dan kecintaan terhadap budaya tradisional Indonesia menjadi nilai tambah yang langka di usianya.

Menurut Jaya Suprana, pencapaian Rama merupakan kombinasi kecerdasan intelektual, artistik, dan motorik yang sangat jarang ditemukan dalam satu individu di usia dini.

“Rekor ini bukan sekadar angka, tetapi simbol bahwa potensi anak Indonesia sangat luar biasa apabila dikembangkan secara seimbang dan multidisiplin,” ungkapnya.

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani mengeksplorasi berbagai bidang tanpa harus membatasi diri pada satu keahlian saja.

Rasa haru dan bangga juga disampaikan oleh ayah Rama, Dhaniar Aji, yang mengapresiasi dukungan MURI terhadap potensi anak-anak Indonesia.

“Terimakasih atas apresiasi MURI terhadap prestasi putra kami. Semoga ini bisa memotivasi Rama mencapai prestasi dan cita-citanya, serta menumbuhkan semangat bagi anak-anak yang lain,” kata Aji.

Dalam kesempatan tersebut, Rama yang kini duduk di kelas 2 SD Yasporbi 1 Pancoran, Jakarta Selatan, turut menyampaikan pesan inspiratif melalui pidato singkatnya.

“Kita tidak perlu memilih satu warna untuk menggambar pelangi,” ujar putra pasangan Dhaniar Aji dan Nuariska Citra.

Pesan sederhana namun penuh makna itu mengajak anak-anak seusianya untuk tidak takut mencoba banyak hal, serta berani mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.

Penghargaan Rekor MURI yang diraih Parama Hansa Abhipraya menjadi bukti bahwa prestasi multidisiplin dapat diraih sejak usia dini dengan dukungan lingkungan yang tepat, semangat belajar tinggi, dan keberanian untuk terus mencoba.(San)

Wali Kota Jaktim Dorong ASN Responsif dan Akuntabel dalam Menangani Keluhan Warga

Jakarta Timur, (10/4/2026) – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, memberikan arahan terkait peningkatan kedisiplinan kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. Arahan tersebut disampaikan saat kegiatan senam bersama di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan senam bersama ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat dan diikuti oleh ASN dari berbagai unit kerja, mulai dari suku dinas, kecamatan, hingga kelurahan. Kegiatan ini terutama diikuti oleh ASN yang tidak sedang menjalankan sistem Work From Home (WFH).

Dalam kesempatan tersebut, Munjirin menekankan pentingnya respons cepat dan tepat terhadap setiap aduan masyarakat. Ia meminta seluruh ASN, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun suku dinas, untuk menindaklanjuti setiap laporan warga secara tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, penanganan aduan masyarakat harus dilakukan secara nyata dan berdasarkan fakta di lapangan, bukan sekadar formalitas administratif. Hal ini dinilai penting untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Saya sampaikan berkaitan dengan aduan masyarakat yang memang harus diketahui dan dilaksanakan ASN baik di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun suku dinas. Dalam menindaklanjutinya harus benar-benar real atau sesuai fakta. Kita harus melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Munjirin juga mengingatkan bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab ASN merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.(SUM)

Berkas Penyelesaian Sengketa PWI Diserahkan ke Kapolres Jakarta Pusat

Jakarta, Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, Anrico Pasaribu, melakukan silaturahmi dengan Kapolres Jakarta Pusat yang baru, Kombes Reynold Hutagalung, pada Jumat (10/4/2026) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, Anrico didampingi Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat, Helmi AR, menyampaikan sejumlah berkas penting terkait penyelesaian berbagai persoalan internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), khususnya yang muncul pada masa dualisme kepengurusan.

Ia menjelaskan, penyerahan dokumen ini merupakan bagian dari upaya mendorong penyelesaian konflik secara administratif dan hukum sesuai amanat Kongres di Cikarang, Jawa Barat.

“Harapannya, seluruh permasalahan PWI yang terjadi sebelumnya bisa segera diselesaikan secara administrasi hukum,” ujar Anrico.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen PWI Pusat untuk menata kembali organisasi secara profesional dan menjaga soliditas di kalangan insan pers.

Sementara itu, silaturahmi dengan Kapolres Jakarta Pusat juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara organisasi pers dengan aparat penegak hukum, khususnya dalam mendukung penegakan hukum dan perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik.(dul)

Tentang: Perkuat Keimanan Prajurit, Kodaeral IV Gelar Kauseri Agama Terpusat Se-jajaran Koarmada RI

0

Batam – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menggelar kegiatan Kauseri Agama secara terpusat se-jajaran Koarmada RI yang dilaksanakan serentak melalui zoom meeting, Kamis (09/04/26).

Kegiatan pembinaan rohani tersebut diikuti oleh seluruh Prajurit dan ASN TNI Angkatan Laut Jajaran Koarmada RI yang beribadah di tempat agama masing-masing.

Sebagai penyelenggara kegiatan Kauseri Agama terpusat itu, Kodaeral IV Batam melaksanakan ibadah bagi umat Islam di Masjid As-Sallam yang dipimpin oleh Inspektur Kodaeral IV Kolonel Laut (P) Setiyo Widodo, S.E., M.Si., CHRMP.

Dalam kegiatan tersebut, umat Islam mendapatkan Tausiyah agama dari KH. Lukman Rifai, S.Ag., M.Pd yang menyampaikan ceramah bertema “Makna Idul Fitri Bukan Sekadar Kemenangan, Tetapi Perubahan Menuju Kebaikan”. Melalui ceramah tersebut diharapkan para prajurit dan ASN dapat mengambil hikmah dari momentum Idul Fitri sebagai sarana memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Sementara itu, umat Kristen melaksanakan kegiatan di Aula Lantai 1 Mako Kodaeral IV yang dipimpin oleh Kapoksahli Kodaeral IV Kolonel Laut (P) Djawara Heny Twies Whimbo

Dalam ibadah Umat Kristen Khotbah disampaikan oleh Pdt. Erwin P.P. Hutauruk, S.Th dengan tema “Prajurit dan ASN Jalasena Menjadi Garam dan Terang Dunia”. Dalam khotbahnya disampaikan pentingnya peran Prajurit dan ASN TNI Angkatan Laut sebagai teladan dalam kehidupan bermasyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, integritas, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Adapun bagi umat Hindu, kegiatan dilaksanakan di ruang kerja Danden Intel Kodaeral IV yang dipimpin oleh Danden Intel Kodaeral IV Letkol Laut (P) I Wayan Rusdiana, S.H., S.T., M.Tr.Opsla.

Dharma wacana disampaikan oleh Purwadi, S.Ag. dengan tema “Bangga Menjadi Hindu”. Ceramah tersebut menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual, kebanggaan terhadap jati diri, serta mengamalkan ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Kauseri Agama ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, serta karakter Prajurit dan ASN TNI Angkatan Laut dibawah jajaran Koarmada RI, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta mencerminkan semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan keluarga besar TNI Angkatan Laut.

Demikian Berita Dispen Kodaeral IV.

GARDA SAMUDRA

Kadispen Kodaeral IV
Kolonel Laut (KH) Ign. M. Pundjung T., S.Sos., M.Sc

E-Mail: Dispenkodaeraliv@gmail.com
Twitter: @Kodaeral_IV
FB: KodaeralIV
IG: @KodaeralIV

Menuju PON NTT & NTB, KONI DKI Lakukan Pendataan Tim Pelatda

AKARTA – KONI DKI Jakarta melakukan pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) di Lantai 4, Gedung KONI, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Pendataan terhadap 700 orang yang terdiri dari pelatih, asisten pelatih (aspel) dan atlet tersebut untuk melihat jejak rekam prestasi dan kondisi kesehatan.

Data tersebut nantinya dianalisa oleh KONI DKI Jakarta dan menjadi rujukan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) serta Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK) untuk dijadikan pembinaan atlet berprestasi.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd mengatakan, pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) menuju PON 2028 di NTT dan NTB ini untuk melihat jejak rekam seluruh atlet.

Prof HH sapaan akrabnya meminta kepada seluruh pelatih, aspel dan atlet untuk tetap berkomitmen dalam mengharumkan nama Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.

Di PON NTT dan NTB kata Prof HH sapaan akrab Hidayat Humaid, KONI DKI mendapatkan tugas berat dari Gubernur Pramono Anung dan DPRD. “Target kita juara umum. Insya Allah dengan kekompakan tim cita-cita menjadi jauara umum bisa terwujud,” terang profesor bidang olahraga dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Prof HH melanjutkan, KONI DKI Jakarta juga terus melakukan kolaborasi sinergi dengan semua pihak. “Karena untuk mewujudkan prestasi itu harus didukung semua pihak dan bukan hanya KONI,” tambahnya.

Verifikasi Pelatda

Sementara Waketum I KONI DKI Jakarta Fatchul Anas melanjutkan pendataan ini berlangsung dari Selasa hingga Jumat (7-10 April 2026). Setiap harinya dibagi menjadi dua sesi.

“Untuk sesi pertama pukul 10:00 WIB dan sesi kedua pukul 13:00 WIB. Setelah pendataan maka dilakukan verifikasi selanjutnya dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” tegas Fatchul Anas.

Anas melanjutkan kegiatan pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) adalah awal untuk menuju PON NTT dan NTB.

“Kita terus melakukan analisa dan evaluasi dan ini bukan yang pertama tapi akan terus dilakukan secara berkala untuk mendapatkan atlet berkualitas,” tambah Anas.(song)

Bupati Satono Apresiasi Visi LSM MAUNG, Siap Bersinergi Wujudkan Pemerintahan Bersih

0

Sambas,Kalbar 09 April 2026 Dewan Pengurus Pusat (DPP) LSM Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) bersama jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) MAUNG Kalbar melakukan kunjungan kerja resmi ke lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sambas. Kedatangan rombongan disambut dengan sangat hangat dan penuh kekeluargaan langsung oleh Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., MH, di ruang kerjanya, Senin (07/04/2026).

Kedatangan delegasi LSM MAUNG ini merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi dan koordinasi guna mempererat hubungan antara organisasi masyarakat dengan pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak melakukan diskusi konstruktif terkait berbagai aspek pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat.

Dalam kesempatannya, perwakilan DPP LSM MAUNG menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka, yaitu untuk menjalin komunikasi yang baik serta menyampaikan visi organisasi sebagai mitra strategis pemerintah.

“Kami hadir untuk bersilaturahmi dan menyampaikan komitmen kami untuk turut serta memajukan daerah. LSM MAUNG hadir sebagai mitra yang siap bersinergi, memonitor kinerja aparatur demi negara, serta mengadvokasi aspirasi seluruh golongan masyarakat dalam memperjuangkan keadilan,” ujar Hadysa Prana Ketua Umum DPP LSM MAUNG.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan dukungan penuh terhadap visi dan misi Bupati Satono dalam memimpin Kabupaten Sambas, khususnya dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani (clean and good government).

Merespons hal tersebut, Bupati Satono menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kunjungan serta perhatian yang diberikan oleh LSM Maung. Kepala daerah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sambas sangat terbuka terhadap masukan, saran, dan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat.

“Saya menyambut baik dan merasa terhormat dengan kunjungan dari DPP dan DPD LSM MAUNG. Kehadiran organisasi kemasyarakatan seperti ini sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah. Kami sangat menghargai keinginan untuk bersinergi dan ikut mengawal pembangunan di daerah ini,” ujar Bupati Satono.

Bupati juga menambahkan, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai harapan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Sambas yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Kritik dan saran yang membangun dari mitra seperti LSM Maung akan sangat membantu kami dalam memperbaiki kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, hangat, dan penuh semangat kebersamaan. Di akhir kegiatan, kedua belah pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik demi kemajuan bersama Kabupaten Sambas.

Publisher : TIM/RED
Penulis TIM MAUNG

Pimpin Rapat Terbatas, Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Jakarta. Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (07/04/2026). Dalam rapat tersebut, Kepala Negara menginstruksikan percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun ini.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangannya kepada awak media usai rapat, menyatakan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membangun 100 titik yang terdiri dari 65 titik pada tahap pertama dan 35 titik pada tahap kedua, yang diperkirakan akan selesai pada akhir bulan Mei.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian pada aspek pengelolaan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di kampung nelayan tersebut.

Ke depannya, pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan lanjutan sebanyak 1.000 kampung nelayan yang akan dilaksanakan secara paralel pada tahun 2026 dan difokuskan pada wilayah Indonesia Timur.

Terkait rencana kerja sama pengadaan kapal dengan Pemerintah Inggris, Sakti menyampaikan saat ini pihaknya sedang melakukan analisis teknis terkait kesiapan industri galangan kapal dalam negeri agar target pengerjaan dapat tercapai dalam waktu dua tahun.(Pras)

 

 

Sumber: BPMI Setpres